Istana Raja Seruway – Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

Istana Raja Seruway – Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas
Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Tangsi Lama, Kec. Seuruway, Kab. Aceh Tamiang, Aceh.

Berbicara mengenai cagar budaya di Indonesia, ada banyak sekali yang bisa anda temukan di seluruh penjuru negeri. Dimana wisatawan lokal maupun mancanegara biasanya tidak ketinggalan mengunjungi cagar budaya tersebut ketika rekreasi ke suatu daerah. Sebab peninggalan sejarah memang mempunyai banyak sekali daya tarik yang dapat disaksikan dan dinikmati.

Salah satunya di daerah Aceh Tamiang, anda bisa menemukan Istana Raja Seruway yang sudah masuk ke dalam cagar budaya Aceh. Istana tersebut berada di bawah naungan dinas kebudayaan dan pariwisata Aceh Tamiang. Situs peninggalan sejarah ini masih terlihat begitu megah meskipun sudah puluhan tahun lalu didirikan. Jadi sayang sekali jika anda melewatkannya.

Sejarah Istana Raja Seruway

Sejarah Istana Raja Seruway
Image Credit: Facebook Komunitas Pecinta Sejarah Tamiang

Berdasarkan sejarahnya, Istana Seruway sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Kerajaannya berdiri pada zaman Belanda dari abad ke-19 atau sekitar tahun 1887 Masehi. Dimana arsiteknya berasal dari Belanda dan mendapat pengaruh melayu Deli yang sangat kuat. Sebelumnya, istana raja tersebut bernama Istana Kesuma atau Kerajaan Kesuma.

Terbentuknya kerajaan tersebut berasal dari perebutan kekuasan antara Tengku Absah dan Tengku Sulung. Kejadian ini bermula ketika Raja Mamat tengah berada di halaman kerajaan dan bermain catur. Kala itu ia mendapat laporan dari prajuritnya bahwa pasukan Gadjah Mada telah berlayar ke Tamiang dengan tujuan merebut kekuasaan di sana.

Meskipun telah mendapat laporan tersebut, Raja Mamat tidak segera bertindak dan meremehkannya dengan terus bermain catur. Hingga kabar kedua, Raja Mamat pun tetap tidak merespon terkait kedatangan pasukan Gadjah Mada. Barulah di kabar ketiga ia mulai kalang kabut memikirkan tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah pasukan Gadjah Mada menyerang.

Seketika itu, terlintas sebuah pemikiran di benak Raja Mamat. Ia menemukan sebuah lumbung padi yang dapat digunakan untuk membuat bendungan di sungai Tamiang, guna mencegah pasukan Gadjah Mada masuk ke wilayah kerajaan. Dengan tindakannya tersebut, Raja Mamat pun berhasil menghentikan pasukan Gadjah Mada untuk masuk.

Akan tetapi kejadian ini membuat Raja Mamat merasa tidak pantas menjadi raja lagi, karena ia telah meremehkah musuh dan lalai akan perannya sebagai raja. Terlebih begitu banyak padi yang digunakan dan membuatnya mubazir demi mencegah musuh datang. Oleh karena itu, Raja Mamat pun pergi ke hilir sungai dan sejak saat itu tidak pernah terdengar lagi kabarnya.

Kepergian Raja Mamat membuat posisi raja Tamiang digantikan oleh anak tunggalnya, yakni Raja Mahmud. Sayangnya sang raja yang baru meninggal di usia muda lantaran sakit. Karena Raja Mahmud tidak mempunyai keturunan laki laki, terjadi perang saudara antara Tengku Absah dan Tengku Sulung untuk mengisi posisi raja Tamiang yang kosong.

Perpecahan ini membuat kerajaan Tamiang terbagi menjadi tiga, ada Istana Karang, Istana Benua Raja yaitu Kerajaan Bendahara, dan Istana Raja Seruway. Kerajaan Seruway dibentuk oleh Tengku Absah, namun yang duduk di singgasana raja adalah Tengku Abdul Majid. Tengku Abdul Majid yang diberi gelar Sultan Muda Indra Kesuma II ini memerintah dari tahun 1902 sampai 1917.

Kemudian Raja Abdul Majid pun digantikan oleh Tengku Zainal Abidin, anak tunggalnya yang merupakan raja terakhir. Istana Seruway sendiri baru didirikan pada masa pemerintahan Tengku Zainal Abidin tersebut. Dimana Raja Zainal Abidin mendapat gelar Sultan Indra Kesuma III dengan masa pemerintahan mulai 1928 sampai 1945.

Daya Tarik Istana Raja Seruway

Daya Tarik Raja Seruway
Image Credit: Instagram Kampongkite

1. Bangunannya Masih Asli

Meskipun sudah berdiri puluhan tahun, Istana Raja Seruway masih terlihat megah dan kokoh. Bahkan bangunan istana sampai sekarang masih asli, mulai dari dinding, lantai, hingga atapnya terbuat dari kayu merbau. Kayu tersebut memang dikenal mempunyai ketahanan lebih dari 120 tahun. Tidak heran apabila bangunan istana pun masih tampak begitu kokoh hingga saat ini.

2. Arsitektur yang Indah

Istana Seruway secara keseluruhan mempunyai arsitektur yang tampak begitu indah. Pada arsitekturnya tersebut tergambar jelas bagaimana ciri ciri identitas arsitektur Melayu. Terlihat pada penggunaan kayu keras sebagai bahan dasar bangunannya, konstruksi bangunan yang menonjol di bagian depan berbentuk persegi lima, dan berbentuk rumah panggung.

Bahkan diketahui bahwa hampir semua bahan bangunan istana yang terbuat dari kayu sengaja didatangkan langsung dari Penang. Dan semua bahan bangunan istana memang terbuat dari kayu, kecuali bagian atapnya yang menggunakan bahan dasar tanah liat. Lalu beton cor dimanfaatkan sebagai umpak penyangga bangunan panggung, serta bata dan semen pada bagian tangga.

3. Masih Menjadi Rumah Tinggal

Meskipun sekarang Istana Raja Seruway sudah dinyatakan sebagai cagar alam di bawah naungan dinas kebudayaan dan pariwisata Aceh Tamiang, namun siapa sangka jika bangunan istana tersebut masih digunakan sebagai rumah tinggal bagi ahli waris raja. Sehingga seluruh ruangan, kecuali bagian ruang tamu, masih dimanfaatkan sebagai ruang privasi.

Setidaknya terdapat 4 kamar dalam bangunan tersebut yang sampai sekarang masih dihuni oleh keturunan keturunan Raja Zainal Abidin. Dan di sana menyimpan beberapa peninggalan seperti hiasan mahligai atau tempat tidur, keramik keramik, hiasan pelaminan, pakaian adat raja Tamiang, tempayan, sampai alat penggiling.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Alamat Istana Raja Seruway
Image Credit: Facebook Pekan Seruway

Istana Raja Seruway beralamatkan di Desa Pekan Seruway, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Dari pusat Kota Aceh, Kabupaten Aceh Tamiang sendiri berjarak sekitar 312 kilometer atau membutuhkan waktu kurang lebih 7 sampai 8 jam perjalanan. Anda bisa melewati Simpang Tiga Redelong – Lhokseumawe – Kota Bagok – Idi Rayeuk – Langsa – Karang Baru untuk perjalanan darat menuju lokasi.

Sedangkan untuk daerah Seruway, dari pusat Kabupaten Aceh Tamiang masih membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan lagi. Jadi apabila berkendara lewat jalur darat dari Aceh bisa membutuhkan total perjalanan sekitar 9 jam. Gunakan peta digital untuk membantu anda sampai di lokasi, atau tanya warga setempat jika sudah dekat dengan Desa Pekan Seruway.

Jam Operasional dan Tiket Masuk

Tiket Istana Raja Seruway
Image Credit: Facebook Windi Aceh

Tidak ada informasi mengenai jam operasional dan harga tiket masuk Istana Raja Seruway, mengingat bahwa cagar budaya ini sampai sekarang masih digunakan sebagai rumah tinggal bagi para keturunan raja. Diketahui setidaknya terdapat 5 KK yang menetap di dalam istana dan hidup bersama dengan rukun.

Jadi apabila ingin berkunjung ke lokasi sebaiknya meminta izin terlebih dahulu pada mereka yang tinggal di sana. Selain itu, perlu diketahui bahwa ruangan ruangan di dalam istana merupakan privasi bagi para keturunan raja. Hanya ruang tamu dan bagian pendopo saja yang dapat dilihat dengan bebas secara keseluruhan. Oleh karena itu, pastikan anda meminta izin terlebih dahulu.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Istana Raja Seruway
Image Credit: Facebook Muhammad Aly

1. Tour Istana

Apabila sudah meminta izin dan diperbolehkan melihat lihat Istana Raja Seruway, anda bisa melakukan tour istana sebagai kegiatan yang menarik dilakukan di destinasi. Istana Seruway terdiri atas bangunan utama istana dan pendopo kerajaan. Anda bisa melakukan eksplorasi pada kedua bangunan tersebut, atau setidaknya di pendoponya yang dibuat dalam bentuk bangunan semi permanen.

Karena bentuknya semi permanen, akan lebih mudah melakukan eksplorasi di area tersebut. Dulunya pendopo yang berada persis di samping istana utama tersebut menjadi tempat yang digunakan oleh raja dalam memimpin pertemuan kenegaraan. Misalnya bertemu para datuk, panglima perang dan petinggi kerajaan, atau raja raja kecil lainnya.

2. Mengulik Informasi Tentang Sejarah Kerajaan

Selain melakukan tour istana, anda bisa mengulik lebih jauh informasi mengenai sejarah Kerajaan Seruway. Pasalnya istana masih ditinggali oleh keturunan keturunan raja yang dapat memberikan informasi lebih jelas dan rinci mengenai sejarah kerajaan. Karena sudah sepatutnya bagi masyarakat untuk melestarikan sejarah yang menjadi peninggalan masa lalu.

Terlebih beberapa literatur menuliskan cerita yang sedikit berbeda. Dengan berkunjung secara langsung dan mewawancarai narasumber yang merupakan keturunan asli dari raja, tentu anda bisa memperoleh informasi yang lebih valid dan akurat. Biasanya memang cukup banyak pengunjung yang menyempatkan diri untuk melakukan wawancara sebagai referensi karya ilmiah mereka.

3. Mengambil Foto

Jangan lupa mengambil foto saat berkunjung ke Istana Raja Seruway. Karena sebagai bangunan bersejarah, bisa dibilang bahwa istana ini adalah ikon dari Desa Pekan Seruway. Terlebih arsitekturnya yang bergaya Belanda namun mendapat sentuhan Melayu, terlihat begitu unik. Sehingga anda bisa memperoleh foto yang ciamik dan instagramable untuk diabadikan.

Fasilitas yang Tersedia di Istana Raja Seruway

Fasilitas Istana Raja Seruway
Image Credit: Facebook Yans Pangeran

Digunakan sebagai rumah tinggal, Istana Raja Seruway mempunyai fasilitas layaknya hunian pada umumnya yang digunakan oleh keturunan keturunan raja. Jadi anda tidak akan menemukan fasilitas seperti di objek wisata ketika berkunjung ke sini. Namun tetap terdapat koleksi istana yang merupakan peninggalan zaman kerajaan saat raja masih memerintah yang bisa disaksikan di sana.

Meskipun tidak terlihat seperti cagar budaya pada umumnya, karena masih digunakan sebagai tempat tinggal sampai sekarang. Istana Raja Seruway tentu sangat menarik untuk dikunjungi. Bahkan jauh lebih menarik, karena anda bisa bertemu langsung dengan keturunan raja. Apalagi bangunan istana masih terlihat begitu kokoh hingga saat ini, membuatnya cocok menjadi spot foto ciamik.