Masjid Muhammadan – Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas

Masjid Muhammadan – Sejarah, Daya Tarik, Lokasi & Ragam Aktivitas
Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Ps. Batipuh, Pasa Gadang, Kec. Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat.

Anda dapat menemukan sebuah bangunan masjid bernama Masjid Muhammadan yang lokasinya berada di desa Pasa Gadang tepatnya Kecamatan Padang Selatan Sumatera Barat. Masjid ini dikenal sebagai peninggalan umat islam india di Padang yang telah dibangun sejak tahun 1843 yang ada di kota tua kawasan hilir Batang Arau Sekitar pelabuhan Muara.

Berdirinya masjid ini menjadi salah satu cikal bakal penyebaran agama islam dan menjadi sejarah kota Padang. Bagunan masjid ini juga berjajar dengan bagunan tua lainnya yang berada id sepanjang jalan tersebut. Hingga saat ini, masjid bersejarah Padang masih digunakan untuk aktivitas ibadah dan menjadi daya tarik Kota Padang Sumatera Barat.

Sejarah Berdirinya Masjid Muhammadan

Sejarah Masjid Muhammadan Padang
Image Credit: Google Maps Achmad Fahri

Keberadaan masjid ini dianggap sebagai masjid tertua yang ada di Padang sama seperti Masjid Ganting. Masjid ini dibangun pada tahun 1843 terutama oleh sekelompok Muslim yang berasal dari India. Kelompok tersebut mungkin datang dengan pasukan Inggris dan membentuk komunitas di dekat pelabuhan Muara sampai akhirnya membangun masjid.

Tempat berdirinya masjid ini disebut Kampung Keling sebagai pusat perdagangan Kota Padang saat itu yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau. Masjid ini awalnya terbuat dari campuran komponen kapur, pasir dan gula. Namun sejak awal abad ke-20, bangunan tempat ibadah ini telah diganti dengan bahan semen tanpa mengubah bentuk aslinya.

Daya Tarik Masjid Muhammadan

Daya Tarik Masjid Muhammadan Padang
Image Credit: Facebook De Sutan Sari Alam

1. Arsitektur

Arsitektur masjid ini secara keseluruhan dipengaruhi oleh pola India terutama fasad yang dicat putih dengan hiasan hijau. Fasadnya ditopang oleh tujuh pilar yang menempel di kiri dan kanannya serta masing-masing menyatu menjadi bangunan berbentuk menara. Namun akibat gempa tahun 2009, puncak salah satu menara masjid ini ambruk hingga panjang 1 meter.

Tak lama setelah itu dengan segera dipugar dengan bantuan Yayasan Satu Untuk Negeri tvOne. Masjid ini memiliki denah dengan lebar 15 meter dan panjang 25 meter serta bangunannya terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama adalah tempat sholat, lantai dua dan tiga adalah tempat yang tenang dan juga digunakan untuk keperluan lain seperti memasak.

Tempat ibadah ini tidak memiliki mimbar seperti kebanyakan masjid di Padang. Bentuknya seperti mimbar dan hanya memiliki jendela yang dilapisi kain hijau untuk menampilkan bulan dan bintang. Anda tidak akan menemukan hal seperti ini di masjid yang lainnya yang berada di Kota Padang. Itulah yang membuat bangunan Masjid ini terlihat unik.

2. Berdekatan dengan Bangunan Agama Lain

Biara dan krematorium komunitas Tionghoa tidak jauh dari lokasi masjid kuno yang dibangun oleh pedagang Gujarat sekitar 200 tahun yang lalu. Orang-orang yang berbeda budaya, agama dan etnis hidup berdampingan tanpa masalah. Keberadaan masjid di kawasan Padang ini merupakan bukti nyata keharmonisan kota Padang di Pecinan (Pondok).

Walaupun tempat ini bernama Pecinan, namun masyarakat dari berbagai latar belakang budaya, agama dan etnis selalu hidup rukun. Keberadaan Masjid Muhammad di tempat ini adalah keturunan India yang datang ke Minang dan menetap di sana. Masjid Muhammadan tidak sebesar masjid tua lainnya di kota Padang, seperti Masjid Raya Ganting.

Namun demikian, Masjid unik ini memiliki bentuk arsitektur yang menarik dengan campuran arsitektur India dan Islam. Di depan masjid terdapat teras yang digunakan untuk berbagai kegiatan keagamaan. Anda juga akan menikmati suasana yang sejuk dan menenangkan ketika berada di kawasan masjid yang ada di Pecinan Kota Padang ini.

3. Tradisi Serak Gulo

Salah satu tradisi Masjid Muhammadan Padang yang paling unik adalah Serak Gulo. Sebuah tradisi dimana masyarakat India Kota Padang menaburkan atau mendistribusikan gula dengan masyarakat sekitar untuk berbagai keperluan berbagi rezeki. Tradisi ini sudah berlangsung cukup lama dan kini menjadi kalender acara jalan-jalan di Padang.

Ratusan bahkan ribuan orang berkumpul di acara tahunan di tempat ibadah Muhammadan ini. Penyerak Gula memanjat atap Masjid yang merupakan atap teras depan masjid. Peserta menunggu di depan masjid atau di jalan di depan masjid. Tradisi ini menarik minat banyak orang. hal itu karena masyarakat merasa senang mendapatkan berkah berupa gula.

Selain itu, yang membuat kegiatan ini terlihat menarik adalah karena kemeriahan dari acara yang jarang ditemukan. Tradisi ini akan dilaksanakan selama satu tahun sekali dengan diberlangsungkan pada tanggal 1 Jumadil Akhir. Anda bisa mencoba untuk mengunjungi masjid ini ketika memasuki bulan tersebut untuk mengikuti kemeriahannya.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Image Credit: Instgaram abusaguna

Masjid Muhammadan salah satu bangunan bersejarah yang terletak di jalan Pasar Batipuh, Kampung Keling, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat. Lokasi masjid unik ini cukup strategis sehingga mudah untuk dijangkau pengunjung.

Masjid ini seakan menjadi representasi harmonisasi di Tanah Minang. Menurut Sosiolog Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Muhammad Taufik, menilai masjid ini seperti candradimuka, karena menjadi pusat penggemblengan agama. Artinya komunitasnya lebih cenderung untuk peningkatan individu, tidak merembahas isu politik. Lebih kepada aspek amal ma’ruf, mengajak orang berbuat baik.

Aktivitas yang dilakukan di Masjid Muhammadan

Aktivitas Masjid Muhammadan Padang
Image Credit: Google Maps huda putra

1. Tempat Ibadah Sholat

Semua Muslim yang telah mencapai pubertas atau telah mencapai usia legal diperintahkan untuk shalat berjamaah lima kali sehari di masjid kecuali bagi yang berhalangan atau memiliki cacat mental. Pada hari Jumat, semua laki-laki Muslim dewasa harus pergi ke masjid untuk shalat Jumat termasuk ketika berkunjung ke masjid Padang ini.

Selain itu, sholat jenazah biasanya juga dilaksanakan begitu juga dengan doa pemakaman diadakan untuk umat Islam yang meninggal di bawah arahan Imam. Ketika gerhana matahari muncul, umat Islam juga memanjatkan doa khusyuk untuk mengingat kebesaran Allah. Umat Islam juga melaksanakan shalat pada dua hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Seluruh kegiatan tersebut dapat dilaksanakan di Masjid Muhammadan ini. Anda wajib mengunjunginya ketika berada di kota Padang untuk sekedar beribadah maupun menikmati keindahan pesona bangunan yang mampu memberikan ketenangan dalam beribadah dan juga sebagai tempat untuk menyaksikan kedamaian dan toleransi antar umat beragama.

2. Perayaan Maulid Nabi

Makna Maulid Nabi adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kata Maulid atau Milad dalam bahasa Arab berarti ulang tahun. Perayaan Maulid Nabi dianggap sebagai momen untuk mengenang, menghormati dan memuliakan kelahiran Nabi. Sejarah maulid Nabi dibuat oleh al-Mudzaffar Abu Sa’id, Raja wilayah Erbil Baghdad pada masa itu.

Maulid Nabi pada waktu itu merupakan perayaan dari perkumpulan orang-orang berbagai kalangan. Kegiatan yang dilakukan yaitu dengan membaca ayat suci Al-Qur’an, membaca sejarah singkat kehidupan dan perjuangan Nabi, dan melantunkan shalawat. Tradisi ini juga banyak ditemukan di Indonesia yang juga dirayakan dalam masjid Muhammadan Padang.

3. Nuzulul Qur’an

Salah satu momen yang tidak terlewatkan di masjid ini adalah peringatan Nuzulul Qur’an. Peristiwa Nuzulul qur’an merupakan proses turunnya al-qur’an yang kemudian diberikan kepada nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril. Nuzulul qur’an juga diartikan sebagai penyampaian informasi atau petunjuk bagi umat manusia untuk menemukan kebenaran.

Aktivitas di Seru Masjid Muhammadan Padang
Image Credit: Google Maps Bayu Haryanto

4. Sholawatan

Tak hanya itu, anda juga dapat menemukan kegiatan sholawatan di masjid bersejarah ini. Shalawat Nabi adalah satu-satunya ibadah dalam Syariah. Karena Shalawat adalah satu-satunya ibadah yang Allah SWT perintahkan kepada manusia untuk disembah, dan Allah juga melakukannya. Banyak ibadah dalam syariat yang bersumber dari perintah Allah SWT.

Bahkan perintah tersebut terdapat di dalam Al-Qur’an atau melalui Nabi SAW, tetapi itu semua adalah perintah bagi umatnya. Berbeda dengan Sholawat, ibadah yang bahkan dilakukan oleh Allah sendiri. Bahkan Allah SWT menganjurkan tidak hanya untuk berdoa sendiri atau para penganut, tetapi juga kepada para malaikatnya untuk berdoa kepada Nabi SAW.

Shalawat dari Allah SWT kepada Nabi SAW merupakan berkah dan kebahagiaan. Kenikmatan sholawat kepada Nabi SAW seperti shalat dan istighfar. Dan shalawat ummat Muhammad SAW adalah shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW. Ibadah ini juga tidak pernah terlewatkan untuk dikumandangkan dalam Masjid Muhammadan di Padang ini.

5. Tabligh Akbar

Sejak zaman Rasulullah sampai sekarang, penyebaran Dakwah dan agama selalu berlanjut dengan mengikuti ajaran Muhammad. Para sahabat, Tabi’in, ulama, ulama hadits, fuqaha, ulama Kalam, dan Syarihin telah mengembangkan Dakwah Islam pada masanya, tergantung pada kesanggupan dan kemampuannya dalam mengajarkan kebaikan dan kebenaran.

Setelah itu, pekerjaan para pendakwah terus berkembang dan berlanjut seiring perkembangan zaman. Setiap kelompok umat Islam memiliki cara masing-masing dalam berdakwah. Salah satunya adalah dengan melaksanakan tabligh akbar atau kelompok pembicara. Di Indonesia, kegiatan tabligh sering diadakan pada hari-hari penting Islam.

Hari-hari tersebut diantaranya seperti Tahun Baru Islam, Isra’ Mi’raj, dan Maulid Nabi. Saat melakukan kegiatan realigi, biasanya ada pembicara yang membawa berbagai materi pembelajaran yang sesuai untuk memperingati topik yang dibahas dalam kegiatan dan hari besar Islam. Dalam hal ini misionaris atau orator dapat menyampaikan bahan secara lisan dan tertulis.

Selain itu, para pendakwah juga akan melakukan interaksi aktif dengan masyarakat. Beberapa perlu disiapkan sebelum mengambil tanggung jawab untuk menyampaikan ajaran Islam. Kegiatan ini juga umum diadakan di masjid ini dan bahkan sempat ditayangkan juga dalam televisi nasional yang mengadakan acara Tabligh Akbar.

Masjid Muhammadan yang ada di Padang ini memiliki cerita unik yang dibawa oleh masyarakat yang datang dari Gujarat India. Para pendatang ini akhirnya membangun masjid sebagai tempat beribadah. Saat ini, anda akan menemukan banyak sekali kegiatan yang dilakukan dimana diantaranya seperti peringatan maulid nabi, berbagai jenis ibadah dan tradisi yang menarik.