Museum Pedir – Sejarah, Koleksi, Lokasi & Ragam Aktivitas

Museum Pedir – Sejarah, Koleksi, Lokasi & Ragam Aktivitas
Harga Tiket: -; Map: Cek Lokasi
Alamat: Mns Blang Glong, Kec. Bandar Baru, Kab. Pidie Jaya, Aceh.

Indonesia menawarkan banyak destinasi favorit bagi para turis lokal maupun mancanegara. Salah satu keindahan yang dimiliki oleh tanah air adalah banyaknya museum yang ditemukan tersebar di berbagai daerah, seperti Museum Pedir yang ada di Banda Aceh. Museum tersebut diketahui telah berhasil menarik banyak kunjungan dari wisatawan luar negeri.

Paling banyak adalah sejumlah mahasiswa dari universitas luar negeri, yang datang jauh jauh untuk melihat koleksi manuskrip dan berbagai benda budaya lainnya di museum. Bahkan masyarakat lokal sendiri sering menjadikan museum tersebut sebagai destinasi, khususnya untuk sekolah yang membawa para peserta didiknya.

Sejarah Museum Pedir

Sejarah Museum Pedir
Image Credit: Google Maps Pedir Museum

Pedir Museum resmi dibuka pada pertengahan tahun 2015 dan didirikan secara swadaya. Satu tahun sebelumnya, Masykur Syarifuddin yang merupakan pendiri museum, melakukan pengumpulan benda benda kuno untuk mengisi museum tersebut. Sejak tahun 2014 ia mulai mencari manuskrip dengan cara membelinya dari masyarakat serta pedagang barang antik.

Upaya tersebut dilakukan oleh Masykur atas dasar keprihatinannya terhadap banyaknya benda kuno asal Aceh yang diketahui dijual ke luar negeri. Layaknya peran Jackie Chan di film Chinese Zodiac yang bertaruh diri untuk menyelamatkan artefak milik negara, Masykur pun sudah jauh jauh hari meluangkan waktu serta pikiran untuk menyelamatkan peninggalan Aceh kuno.

Selama setahun mengumpulkan benda benda peninggalan sejarah dari tangan tangan tidak bertanggungjawab, jumlah manuskrip dan artefak yang berhasil dikumpulkan pun mencapai ribuan. Dimana peninggalan tersebut terdiri atas benda dari masa kerajaan Aceh maupun kolonial. Selain dibeli, beberapa peninggalan tersebut juga diperoleh dari hibah dan wakaf masyarakat.

Menurut Masykur sendiri selama proses pengumpulan benda bersejarah tersebut, ia menemukan banyak peninggalan sejarah yang berada di tangan para kolektor baik itu kolektor dalam negeri maupun luar negeri. Usut punya usut, para kolektor mendapatkannya dari pelelangan yang ternyata berasal dari penjual kalangan orang Aceh sendiri.

Upaya mengambil kembali berbagai benda bersejarah itu pun terus dilakukan setelah museum berdiri. Dan sejak tahun 2016, beberapa koleksi Aceh yang telah dijual ke luar daerah maupun luar negeri sudah berhasil dipulangkan. Bahkan di tahun 2018, rompi, stempel, dan topi Aceh dari tahun 1902 sudah dibeli ulang dan disimpan dalam museum.

Untuk namanya sendiri, Museum Pedir diambil dari nama Kerajaan Pedir yang berada di Pidie. Tempat yang dijadikan sebagai letak didirikannya Pedir Museum, yaitu di Desa Glong, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Kerajaan Pidie sendiri di masa lalu diketahui sebagai sebuah kerajaan Islam.

Kerajaan tersebut mempunyai legitimasi sejarah yang cukup panjang, baik sebelum maupun sesudah menjadi bagian Kesultanan Aceh Darussalam. Selain itu, kata ‘Pedir’ disematkan untuk nama museum lantaran berbagai benda bersejarah yang saat ini mengisi museum pun kebanyakan diperoleh dari Kabupaten Pidie tersebut.

Koleksi Museum Pedir

Koleksi Museum Pedir
Image Credit: Google Maps Irfan Munadi

Dengan berbagai upaya Masykur Syarifuddin mengumpulkan benda benda bersejarah Aceh, yang dibantu pula lewat hibah serta wakaf masyarakat sekitar. Sampai saat ini tercatat bahwa Pedir Museum telah menyimpan kurang lebih 2.870 koleksi yang telah di inventarisasi. Dimana sebanyak 462 di antaranya berupa koleksi naskah manuskrip.

Memang pada awal pendiriannya, Masykur sendiri lebih berfokus untuk mengumpulkan naskah naskah kuno. Bahkan koleksi pertama yang tersimpan dalam museum adalah 3 naskah kuno, satu dalam bahasa Aceh dan dua dalam bahasa Melayu. Dimana ketiga naskah tersebut berasal dari akhir abad ke-19.

Kemudian ada koleksi mata uang kuno yang berasal dari abad ke-12 sampai abad ke-19 yang mencapai 1.000 buah, tersimpan dengan rapi di museum. Beberapa benda lainnya seperti perhiasan, arsip kesultanan, senjata, benda benda etnografi, benda benda arkeologi, kain dan tekstil, serta temuan fosil bisa ditemukan oleh para pengunjung di Pedir Museum.

Koleksi tertua yang ada di Museum Pedir sendiri yaitu koin milik Khalifah Al-Ma’mun dari Daulah Abbasiyah. Terlihat bahwa koin tersebut menunjukkan angka tahun 202 Hijriah. Sementara itu, kedua koin lainnya diketahui berasal dari abad ke-12 Masehi yang dulunya digunakan di Konstantinopel, Romawi Timur. Pada tahun 2019, keseluruhan koleksi di museum tercatat mencapai 5.800 buah.

Koleksi masterpiece yang dinilai paling spesial dan tersimpan di Pedir Museum antara lain kitab karya Syeikh Nuruddin Ar-Raniry yang berasal dari abad ke-17, koin emas dari masa Kerajaan Samudera Pasai, koin emas dari Aceh Darussalam, kupiah masa Turki Ustmani, dan senapan Aceh yang digunakan pada saat perang Belanda.

Alamat dan Rute Lokasi

Alamat Musuem Pedir
Image Credit: Google Maps Irfan M Nur

Museum Pedir beralamatkan di Jalan Banda Aceh-Medan, Gampong Blang Glong, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya. Untuk cabangnya bisa ditemukan di Jalan Bahagia, Punge Blang Cut, Banda Aceh yang dibuka bagi masyarakat umum. Namun untuk Pedir Museum yang ada di Banda Aceh hanya memiliki sekitar 30% dari total koleksi.

Jadi anda sebaiknya datang ke museum yang ada di Pidie Jaya apabila ingin melihat koleksi lengkapnya. Dari pusat Kota Banda Aceh sendiri, lokasi museum di Pidie Jaya berjarak kurang lebih 134,8 kilometer. Itu berarti anda membutuhkan waktu sekitar 2 jam 42 menit perjalanan untuk menuju lokasi.

Perjalanan bisa ditempuh dengan melewati Jalan Lintas Sumatra dan Jalan Medan-Banda Aceh, hingga tiba di lokasi museum. Sebaiknya gunakan kendaraan pribadi apabila anda bergerak dari pusat kota ke museum yang ada di Pidie Jaya. Sebab belum ditemukan transportasi umum yang benar benar dapat mengantarkan anda langsung ke tempat tujuan.

Apabila tertarik berkunjung ke Museum Pedir, anda bisa datang di antara pukul 09.00 sampai 17.00 waktu setempat. Jam operasional berlaku untuk museum di kantor pusat maupun kantor cabang. Dimana museumnya sendiri buka setiap hari dari hari Senin sampai Minggu, sehingga anda bisa datang kapan saja di antara jam operasionalnya.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Aktivitas Menarik Museum Pedir
Image Credit: Google Maps Irfan Munadi

1. Melihat Pameran Budaya

Untuk menambah wawasan akan budaya yang ada di Indonesia, Museum Pedir menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi. Pasalnya anda bisa melihat pameran benda budaya di sini. Dimana banyak sekali koleksi yang bisa ditemukan di seluruh dinding museum. Mulai dari koleksi manuskrip, mata uang Aceh tempo dulu, maupun benda budaya lainnya.

Tidak heran apabila banyak mahasiswa dari luar negeri khususnya negeri melayu datang ke sini untuk melihat peninggalan sejarah rakyat Aceh. Selain itu, pengurus MAPESA (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) menyebutkan bahwa biasanya ada banyak pengunjung dari luar kota yang datang untuk melakukan penelitian.

2. Belajar Membaca Naskah Lama

Biasanya, ada kegiatan belajar membaca naskah lama yang diadakan di Museum Pedir. Jika beruntung, pengunjung dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama. Umumnya, pengunjung dari kalangan peneliti serta mahasiswa paling sering mengadakan kegiatan tersebut. Selain menambah wawasan dan keterampilan, kegiatan ini akan sangat menarik untuk mengisi waktu.

3. Penelitian

Bagi anda yang tengah mengerjakan skripsi, tugas akhir, atau sejenisnya dalam bidang sejarah. Pedir Museum adalah tempat yang paling tepat untuk dikunjungi. Seperti yang telah disebutkan, biasanya banyak peneliti maupun mahasiswa yang memang datang secara khusus ke sini untuk mencari bahan. Karena sumber referensi yang bisa didapat begitu melimpah di museum tersebut.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Pedir

Objek Wisata Terdekat dari Museum Pedir
Image Credit: Google Maps Tifa Kusuma

1. Pantai Kuthang

Pantai Kuthang berada di Sagoe, Trienggadeng, Pidie Jaya. Lokasi ini hanya berjarak sekitar 13,2 kilometer dari Pedir Museum yang ada di Blang Glong. Anda mungkin hanya membutuhkan waktu kurang lebih 14 menit untuk mencapai pantai, jadi jangan lewatkan untuk bertandang ke sini.

Pantai Kuthang sendiri memang termasuk salah satu wisata bahari populer di daera Pidie Jaya. Warga sekitar pantai dikenal sangat menjunjung tinggi nilai islami. Jadi saat anda akan masuk ke kawasan pantai, biasanya akan ada razia terlebih dahulu untuk memastikan bahwa pengunjung tidak melanggar nilai nilai islami yang ada.

2. Pantai Manohara

Selain Pantai Kuthang, Kabupaten Pidie Jaya juga mempunyai pantai lainnya yang tidak kalah cantik yaitu Pantai Manohara atau Pantai Meurah Seutia. Dari museum, anda bisa sampai ke lokasi kurang lebih setelah 31 menit perjalanan. Jaraknya memang hanya sekitar 23 kilometer saja dari arah museum.

Meskipun pantai cantik ini pernah ditutup sementara waktu akibat gempa yang terjadi. Namun sekarang Pantai Manohara kembali populer dan sering dijadikan sebagai destinasi tujuan bagi para pelancong. Jadi anda tidak boleh melewatkannya saat berada di sekitar daerah tersebut.

3. Pantai Pasi Aron

Kabupaten Pidie Jaya sepertinya menyimpan banyak pantai cantik. Dimana anda bisa menemukan Pantai Pasi Aron yang menawarkan sejuta keindahan, tidak jauh dari lokasi Museum Pedir. Memiliki pasir pantai yang berwarna hitam membuat Pantai Pasi Aron justru semakin memikat dan eksotis, cocok dikunjungi bersama dengan orang tersayang.

Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi Museum Pedir ? Bahkan saat anda tidak berencana melakukan penelitian atau sebuah karya ilmiah, museum di Kabupaten Pidie Jaya ini sangat layak dikunjungi. Banyaknya koleksi yang dimiliki membuat banyak pecinta sejarah yang ingin mengeksplorasinya. Jadi anda bisa berlibur sekaligus menambah wawasan ketika berkunjung kemari.