Museum Pusaka Karo – Sejarah, Koleksi, Lokasi & Ragam Aktivitas

Museum Pusaka Karo – Sejarah, Koleksi, Lokasi & Ragam Aktivitas
Harga Tiket: Gratis; Map: Cek Lokasi
Alamat: Gundaling I, Kec. Berastagi, Kab. Karo, Sumatera Utara.

Mengunjungi lokasi wisata bersejarah seperti Museum bisa menjadi pengalaman yang tak terlupakan terlebih bila bersama keluarga dan anak anak. Mendengar cerita sejarah yang menarik untuk diulas bisa memberikan pelajaran berharga dan contoh keteladanan pada anak sejak dini. Inilah info sekilas tentang Museum Pusaka Karo untuk anda.

Sejarah Museum Pusaka Karo

Sejarah Museum Pusaka Karo
Image Credit: Google Maps Yohana Kheren

Karo adalah nama kabupaten di Wilayah Sumatra Utara. Karo mempunyai pemandangan alam yang indah dan mempesona yang tidak akan habis untuk dikunjungi. Alasan inilah yang menjadikan Karo sebagai destinasi wisata yang tak pernah sepi pengunjung. Selain alamnya, Karo juga mempunyai daya tarik lainnya yaitu berkaitan dengan Sejarah.

Terdapat museum pusaka di kabupaten Karo, Museum ini banyak menyimpan warisan budaya dan menjadi pusat peradaban Suku Karo. Museum ini awalnya dibangun oleh seorang misionaris Belanda yang bernama Joosten Leonardus Edigius. Dan menariknya Gedung Museum tempat menyimpan Pusaka Karo ini dulunya adalah bekas Gereja Katolik Santa Maria.

Joosten Leonardus Edigius kemudian bermaksud menjadikan bangunan gereja tersebut menjadi museum untuk melestarikan budaya setempat. Hal ini karena sang pastor sudah tinggal di Indonesia selama hampir 40 tahun. Museum ini resmi dibangun pada tahun 2010 dan baru diresmikan pada Februari 2013.

Museum ini diresmikan oleh Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya pada saat itu yaitu, Ahman Sya dan Lisa Tirto. Museum Pusaka di Kabupaten Karo ini kemudian dikelola oleh yayasan Pusaka Karo sendiri. Berbagai Koleksi benda bersejarah dipamerkan disini dan dibuka untuk umum.

Koleksi yang Dipamerkan di Museum Pusaka Karo

Koleksi Museum Pusaka Karo
Image Credit: Google Maps Aldo Noverius

1. Benda Sejarah yang Berasal dari Barang Milik Warga

Koleksi benda sejarah yang dipamerkan di Museum Pusaka Karo adalah barang-barang milik sekitar 30 warga. Warga dengan sukarela menyerahkan banyak benda sejarah berharga untuk dipajang di musem. Namun barang ini sifatnya hanya dipinjamkan dan bisa diambil sewaktu waktu bila dibutuhkan oleh sang pemiliknya.

2. Ratusan Koleksi yang Dipajang

Museum di Kabupaten Karo ini tercatat mempunyai koleksi benda sejarah yang jumlahnya mencapai 800 buah. Benda sejarah ini dikumpulkan sejak tahun 1700-an yang mana umurnya sudah cukup tua dan mengandung banyak cerita masa lalu. Beberapa diantaranya adalah anting-anting, pertukangan dan alat berburu, alat pertanian, topeng dan masih banyak lagi.

3. Terdapat Pustaka Lak-Lak

Salah satu peninggalan sejarah yang bisa dilihat pada museum ini adalah koleksi Pustaka Lak-lak. Pustaka Lak-lak adalah buku tentang aksara kuno milik Suku Karo. Buku kuno ini terbuat dari kulit kayu yang mempunyai aksara asli Karo. Buku ini berisi mantra mantra yang ditulis menggunakan tinta terbuat dari getah kayu.

Buku kuno ini terdapat bermacam macam ukurannya, dari mulai kecil hingga ukuran buku yang ebsar. Buku kuno ini dulunya sempat dibawa oleh Belanda dari Tanah Karo. Namun kemudian dikembalikan dan dipajang di Museum sebagai epninggalan khas asli Suku Karo. Buku kuno ini masih bisa anda saksikan bila berkunjung ke museum Karo.

Alamat, Rute Lokasi dan Tiket Masuk

Koleksi Museum Pusaka Karo
Image Credit: Google Maps Aldo Noverius

Lokasi Museum Pusaka Kabupaten Karo ini tepatnya terletak di Jalan Perwira Daerah Gundaling I Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Wisata sejarah ini cukup terkenal di Kabupaten Karo sehingga anda tidak akan kesulitan untuk menemukan tempatnya. Anda juga bisa dengan mudah menemukannya lewat aplikasi Google Maps.

Bila anda memilih menggunakan kendaraan umum menuju Museum Pusaka Karo, juga tidak melalui rute yang rumit. Letak museum ini berada di pinggir jalan raya sehingga akses kendaraan umum pasti melaluinya. Letak museum ini berada tak jauh dari Pasar Buah dan juga Tourist Information Center.

Wisatawan yang berkunjung ke museum ini tidak dikenakan biaya apapun. Gratis biaya masuk ini juga menjadi salah satu alasan mengapa museum ini tak pernah sepi pengunjung. Untuk biaya operasional dan biaya perawatan museum pihak pengelola akan mengandalkan donasi dari berbagai kalangan peduli kebudayaan di Tanah Air.

Namun bila wisatawan yang datang berkunjung ingin mengambil peran dalam donasi biaya perawatan museum, juga bisa dilakukan. Akan ada sumbangan sukarela yang bisa diberikan pengunjung kepada pihak pengelola museum. Sumbangan dalam nominal berapapun pasti akan sangat berharga membantu melestarika benda sejarah peninggalan nenek moyang.

Aktivitas yang Menarik Dilakukan Pengunjung

Aktivitas Museum Pusaka Karo
Image Credit: Instagram engageman

1. Mengenal Sejarah

Sejarah tidak boleh dilupakan khususnya untuk para generasi muda Indonesia. Mengingat sejarah dan perjuangan para leluhur akan membuat kita banyak menerima pelajaran hidup yang berharga. Belajar dari kisah masa lalu akan membuat generasi saat ini mendapat banyak keteladanan hidup yang bisa dicontoh.

2. Banyak Spot Foto Menarik

Foto dengan latar yang estetik sudah banyak, namun spot foto berlatar budaya asli Suku Karo tentu tidak setiap hari ditemui. Anda bisa mengabadikan momen anda mengunjungi musuem yang unik ini dengan berfoto. Rumah adat khas suku Karo yang berumur ratusan tahun bisa menjadi objek foto yang menarik dan menjadi kenangan indah bersama keluarga.

Objek Wisata Terdekat dari Museum Pusaka Karo

Objek Museum Pusaka Karo
Image Credit: Google Maps sp budi setyarso

1. Air Terjun Sipiso-Piso dan Air Terjun Sikulikap

Selain Museum Pusaka Karo Bila, anda bisa menyempatkan untuk mengunjungi lokasi wisata alam yang mempesona. Salah satu jenis wisata alam yang tidak bisa dilewatkan adalah air terjun. Terdapat beberapa air terjun yang bisa anda kunjungi di daerah Karo. Beberapa diantaranya adalah Air Terjun Sipiso-piso, Air Terjun Sikulikap atau Air Panas Raja Berneh.

Tak hanya wisata air terjunnya yang mempesona. Namun pemandangan alamnya yang yang asri juga bisa menjadi hal yang tidak bisa dilewatkan. Hamparan sawah, lembah dan perbukitan yang hijau menjadi latar pemandangan yang menenangkan. Berbagai macam flora dan fauna bisa anda temukan disepanjang perjalanan.

2. Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak

Tak hanya wisata alam air terjun, Karo juga terkenal karena kedua gunung besar yang berada di wilayahnya. Gunung tersebut adalah Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak. Walaupun sempat mengalami erupsi 2010 silam, namun Gunung Sinabung adalah salah satu ikon Kabupaten Karo yang tidak bisa anda lewatkan.

Sama halnya seperti Gunung Sinabung, Gunung Sibayak juga merupakan gunung berapi yang aktif. Walaupun begitu, kedua gunung ini masih aman unuk di daki. Bila berada di puncaknya, anda bisa melihat kawah gunung ini. Selain itu pemandangan dari atas puncaknya akan sangat menakjubkan terlebih saat matahari terbut dan tenggelam.

3. Desa Budaya

Destinasi wisata lainnya selain wisata alam di Kabupaten Karo adalah Desa Budaya. Desa Budaya adalah desa yang masih memegang adat kebudayaan Khas Karo dan dapat dilihat dari arsitektur bangunan rumah adatnya yang khas. Selain itu, penduduk desa ini juga masih banyak yang menerapkan adat istiadat khas suku Karo.

Selain Museum Pusaka Karo Terdapat beberapa desa budaya di Karo, yaitu Desa Sempa Jaya atau disebut juga dengan nama Desa Peceran dan Desa Budaya Lingga. Rumah adat khas Karo “Rumah Siwaluh Jabu” masih bisa anda lihat di Desa ini. Bahkan rumah ini banyak yang berumur ratusan tahun lho. Selain itu, desa budaya ini adalah peninggalan Kerajaan Karo yang terkenal.

Gua Liang Dahar
Image Credit: Twitter Jalan Wisata

4. Gua Liang Dahar

Terdapat Gua di kawasan Karo bagi anda yang memiliki jiwa petualang. Lokasi gua ini tepatnya berada di Desa Lau Buluh pada Kecamatan Kuta Buluh Simole di Kabupaten Karo. Gua Liang Dahar memiliki kedalaman sekitar 200 meter di bawah tanah. Walaupun lokasi wisata ini cenderung ekstrem namun masih banyak wisatawan yang mengunjunginya.

Di dalam Gua Liang Dahar ada 3 ruangan besar yang masing masing mempunyai ukuran 500, 400 dan 300 meter persegi. Goa ini juga masih mempunyai beberapa ruangan kecil lainnya. Di dalam gua juga terdapat mata air yang mengalir hingga saat ini. Selain itu juga terdapat sarang burung layang layang pada bagian dinding atas gua.

5. Tahura Bukit Barisan

Taman yang terbentuk dengan alami juga terdapat pada Kabupaten Karo. Salah satu yang terkenal adalah Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Lokasi taman alami ini terdapat di Jl. Jamin Ginting daerah Dolat Rayat Kecamatan Berastagi. Taman ini dijuluki sebagai taman hutan raya sejak tahun 1988. Kawasan hutan ini mencapai 51.600 hektar luasnya.

Wisata dekat Museum Pusaka Karo lainnya adalah Taman Alam Lumbini yang berada di lokasi Jl. Barusjahe daerah Dolat Rayat. Taman alam ini dijadikan sebagai destinasi wisata religi. Banyak terdapat Pagoda yang menyerupai Pagoda Thailand disini yang dihiasi dengan warna keemasan. Bahkan pagoda di taman alam ini tercatat sebagai Pagoda tertinggi di Indonesia.

Tidak melupakan sejarah bangsanya adalah hal yang wajib dilakukan tak hanya generasi muda namun untuk kita semua. Cerita sejarah tak hanya menarik untuk dituturkan namun juga banyak pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari pengalaman masa lalu tersebut. Jangan ragu untuk mengajak anak mengunjungi Museum dari sekarang.