Riau

10 Oleh-Oleh Khas Siak yang Paling Populer

Selain terkenal dengan Istana Sri Inderapura yang megah, Kabupaten Siak juga memiliki beragam oleh-oleh khas menarik dan istimewa yang wajib Anda bawa pulang.

Kota “Istana Matahari Timur”, demikian Kota Siak ini mendapat julukan karena kemegahan Istana Asserayah Hasyimiah yang tersohor. Kota Siak Sri Indrapura adalah Ibu Kota Kabupaten Siak di Riau. Kabupaten Siak berada di sepanjang sungai Siak, sungai terdalam di Indonesia, yang membelah wilayahnya.

Kabupaten Siak menawarkan begitu banyak wisata lokal yang sangat menarik untuk dikunjungi, mulai dari wisata seni budaya, bangunan bersejarah, serta alam yang begitu elok untuk dipandang. Tak ketinggalan beragam wisata kuliner yang akan memanjakan lidah Anda. Di sekitar Istana Siak contohnya, Anda akan dengan mudah menjumpai aneka makanan yang menjadi jajanan khas kota ini.

Kuliner di kota Siak adalah campuran perpaduan berbagai budaya yang bercita rasa kuat akan bumbu rempahnya dengan selera Melayu. Keunikan makanan mereka inilah yang menjadikan banyak orang selalu ingin mencicipinya kembali setelah kembali pulang ke daerah asal. Itulah awal mula orang-orang kemudian membawa oleh-oleh khas dari Siak untuk diberikan kepada rekan dan keluarga agar kerinduan akan kuliner asli daerah ini terobati.

1. Roti Jala Kari Ayam

Roti Jala Kari Ayam

Image Credit: Widyaramadhenty.blogspot.com

Roti ini Disebut jala karena bentuknya yang menyerupai jaring atau jala ikan. Roti jala yang biasanya disajikan bersama kari ayam memang merupakan makanan khas Siak. Roti jala rasanya seperti roti canai. Adanya kuliner ini merupakan pengaruh budaya India yang dibawa pedagang Gujarat.

Roti jala ini berbentuk seperti tali pipih tipis, dilipat demikian rupa kemudian dipanggang menggunakan sedikit minyak. Resep kari ayam yang digunakan umumnya sama dengan kari ayam hidangan lebaran. Bumbu rempah pedas dicampur dengan santan kental, dimasak bersama ayam.

Bahan roti jala sediri berbahan sama seperti bahan canai, tapi saat membuatnya, adonan dimasukkan dalam plastik segitiga supaya mudah untuk membentuk pola jala-jala. Menu ini sangat wajib Anda coba ketika berkunjung ke Siak.

2. Bolu Kemojo

Bolu Kemojo

Image Credit: Brosispku.com

Makanan ini disebut juga Bolu Kojo yang berarti bunga kamboja. Kue ini selalu hadir disajikan saat perayaan hari raya atau acara adat di daerah. Walau bernama bolu, Bolu Kemojo ini lebih bertekstur padat seperti kue lumpur yang sangat manis. Mangkuk bunga bolu ini berwarna kecoklatan nan renyah di bagian luar namun berwarna hijau lembut di bagian dalam.

BACA JUGA:  12 Tempat Wisata di Siak Terbaru & Terhits Dikunjungi

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Bolu Kemojo adalah seperti yang digunakan untuk membuat bolu, namun ditambah santan untuk teksturnya yang lebih padat. Warna hijau dibuat oleh campuran air dari daun suji dan daun pandan yang beraroma harum. Kue berbahan sederhana ini diletakkan dalam loyang berbentuk bunga kemboja kemudian dikukus agar aroma pandannya lebih terasa.

3. Lempok Durian

Lempok Durian

Image Credit: Facebook.com @pondoklempukriau

Pulau Kalimantan dan Sumatra adalah daerah penghasil durian terkenal. Hasil panen durian yang melimpah di area muara sungai, menjadikan masyarakat sekitarnya kreatif mengolah sajian ini. Bagi Anda pecinta aroma buah durian, lempok durian pastinya tak lupa Anda bawa sebagai oleh-oleh khas Siak.

Lempok ini semacam dodol berbahan dasar durian yang rasanya manis dan legit. Lempok durian terbuat dari daging buah durian ditambah dengan gula merah yang dimasak selama 3 jam. Cara memasaknya hampir sama seperti membuat dodol juga, yaitu diaduk-aduk dalam kuali hingga mengental hingga tidak terasa lengket lagi.

Tekstur hidangan ini halus sebagaimana daging buah durian tapi berwarna coklat. Setelah dingin, dibungkus dengan daun jagung kering berbentuk silinder. Kuliner ini terasa nikmat dihidangkan bersama the atau kopi hangat.

4. Kue Asidah

Image Credit: Bobo.grid.id

Image Credit: Bobo.grid.id

Kue Asidah yang mulai langka dijumpai ini, awalnya adalah sajian bagi Sutan saat ada acara-acara khusus. Terinspirasi dari makanan yang berasal dari Arab, masyarakat di sini biasanya menyajikan asidah berwujud bulat seperti bunga, daun, mawar, jambu, atau berbagai bentuk.

Jika Asidah asli Arab mempunyai rasa seperti kue manis, Asidah Siak lebih unik lagi karena memakai taburan bawang goreng. Tekstur kue ini lembut namun berminyak karena dibuat dengan cara digoreng dengan margarin dan minyak.

BACA JUGA:  25 Tempat Wisata di Pekanbaru Terbaru & Terhits Dikunjungi

Asidah terbuat seperti terigu, telur dan margarin yang ditambah bahan rempah-rempah berupa kayu manis, pandan, cengkehnya. Rasa manis dan gurih dari toping bawang goreng inilah yang kemudian membuat kue ini menjadi unik.

5. Dodol Buah Aneka Rasa

Dodol Buah Aneka Rasa

Image Credit: Pesonasiak.id

Dodol terkenal yang dikenal Indonesia bukan hanya khas Garut, masyarakat Siak mengenal dodol aneka buah-buahan sebagai cemilan khas mereka. Rasa dodol bisa beraneka rasa karena orang Siak sendiri kerap mencampurkan aneka buah menjadi makanan seperti bubur padat yang bisa disimpan cukup lama.

Aneka dodol buah khas Siak contohnya ada yang berasa lidah buaya, ui jalar, ubi ungu, labu, sirsak nangka, mangga, jambu, durian, buah naga, dan lain lain. Dodol ini biasanya dibungkus memakai plastik dan dikemas kecil-kecil.

6. Kue Bangkit

Kue Bangkit

Image Credit: Okezone.com

Kue bangkit adalah salah satu kue khas daerah Siak yang masih terus dilestarikan keberadaannya. Kue berwarna putih kekuningan ini biasnya disajikan saat lebaran. Disebut Kue Bangkit karena ketika setelah matang, kue ini akan bangkit mengembang dua kali lipat dari semula. Struktur kue ini sangat lumer di dalam mulut.

Bahan utama kue ini adalah tepung sagu dan santan. Maka tidak mengherankan jika kue ini gampang remuk ketika dikunyah. Hiasan merah yang menjadi ciri khas kue ini didapat dari pewarna makanan atau selai stoberi. Anak-anak sangat menyukai kue bangkit ini karena rasanya yang manis.

7. Kacang Pukul

Kacang Pukul

Image Credit: Okezone.com

Salah satu oleh-oleh khas Siak yang merupakan perpaduan budaya peranakan Tionghoa adalah kacang pukul. Kacang bertekstur kering dan lembut ini seperti enting-enting gepuk dari Jawa Tengah. Rarasanya yang manis gurih ini berasal dari campuran kacang tanah yang disangrai dengan gula.

Proses pembuatannya biasanya dibuat dengan cara tradisional yaitu ditumbuk hingga berbentuk taburan. Karena dibuat dengan cara ditumbuk, maka kemudian dinamakan Kacang Pukul. Selanjutnya, kacang dibungkus dengan kertas minyak untuk dikemas.

BACA JUGA:  10 Wisata Kuliner di Siak yang Murah & Enak

8. Ikan Selais Asap

Ikan Selais Asap

Image Credit: Kompasiana.com

Masyarakat daerah Siak yang tinggal tepi sungai identik dengan masakan berbahan ikan. Sumber protein hewani ini sangat menggoda selera walaupun hanya dimakan bersama sambal Cincalok dan nasi hangat. aroma ikannya sangat khas arena berpadu wanginya kayu bakar hasil proses pengasapan.

Tekstur Ikan Selais asap ini sangat kering karena melalui delapan jam proses pengasapan. Sejak jaman dulu, orang-orang mengawetkan daging dan ikan menggunakan asap dan panas dari kayu bakar. Maka, jika Ikan Selais Asap ini tidak langsung Anda santap, maka bisa Anda jadikan sebagai oleh- oleh yang tahan lama.

9. Cencalok

Cencalok

Image Credit: Vizcake.co.id

Cincalok merupakan makanan dari Siak yang terbuat dari udang kecil udang rebon. Udang yang digunakan untuk membuat Cincaluk adalah udang rebon. Sebelum dikonsumsi, udang-udang kecil ini digarmai dan disimpan dalam wadah tertutup sehingga mengalami fermentasi. Cincalok ini biasanya dimakan sebagai campuran sambal atau penambah rasa masakan karena rasanya yang asam.

Secara tradisional, proses pembuatan Cincalok adalah dengan mencampurkan udang dengan dengan garam, gula atau cabai. proses fermentasi terjadi dengan bantuan bateri asam laktat, yang dikenal juga dalam pengolahan yogurt, mentega, dan keju. Dengan adanya proses ini, cincalok menjadi makanan yang sehat dan awet walau disimpan lama.

10. Lopek Bugi

Lopek Bugi

Image Credit: Cookpad.com

Selain oleh-oleh khas Siak yang disebutkan di atas, maka Anda juga wajib untuk mencoba Lopek Bugi. Makanan ini aslinya berasal dari Riau, namun menjadi sangat populer hingga Siak, lopek dalam Bahasa Indonesia berarti lepat, sedangkan bugi artinya ketan. Lopek Bugi awalnya dihidangkan untuk kaum bangsawan dan tamu-tamunya. Lopek ini mempunyai warna hitam dan putih.

Sesuai warnanya, bahan utama lepat ini adalah beras ketan hitam dan ketan putih. Mirip lepat daging, adonan ketan tersebut diisi parutan kelapa yang sudah dimasak hingga mengering. Adonan lalu dibungkus daun pisang dengan bentuk segitiga, kemudian dikukus.

Ketika Anda mencari jenis oleh-oleh khas dari Siak untuk rekan dan sanak keluarga, pastikan Anda juga mencobanya di tempat. Selain lebih mengenal kuliner khas suatu daerah, pilihan Anda akan dijadikan referensi rekan Anda ketika berpergian ke Siak kelak.