Aceh

25 Tempat Wisata di Banda Aceh Terbaru & Terhits Dikunjungi

Mau Berkunjung ke Aceh? Inilah List Tempat Wisata Terbaik di Banda Aceh. Objek Wisata Alam Terbaru, Kekinian & Paling Hits Dikunjungi oleh Wisatawan Saat Liburan atau pun Akhir Pekan.

Aceh merupakan salah satu Provinsi di Pulau Sumatera yang memiliki banyak potensi alam dengan pesona yang tidak kalah menariknya. Wilayah ini memiliki banyak destinasi wisata, baik wisata alam seperti Pantai dan Air Terjun misalnya. Bahkan terdapat beberapa tempat yang notabene jarang diketahui oleh khalayak ramai, sehingga keaslian dan pesona yang disajikan justru masih sangat alami.

Disamping itu, mayoritas wisata alam yang berada di Provinsi Aceh ini memang masih terjaga keasriannya, sehingga sangat cocok bagi Anda yang ingin explore dengan pilihan nuansa alam. Dari beberapa Pantai yang ada, mayoritas juga bisa digunakan sebagai wahana diving atau menyelam. Dengan demikian, tidak hanya panorama pantainya saja yang terlihat indah, melainkan juga pesona bawah laut yang menyajikan berbagai macam tanaman dan hewan yang indah.

Pada ulasan kali ini, kita akan membahas sejumlah tempat wisata, baik itu wisata alam atau buatan. Selain bisa dijadikan sebagai rujukan untuk melakukan trip atau explore Aceh, ulasan ini juga bermanfaat sebagai referensi untuk memperkaya informasi dan wawasan Anda. Adapun 25 tempat wisata di Banda Aceh yang memesona itu adalah:

1. Museum Tsunami

Museum Tsunami

Lokasi: Jl. Sultan Iskandar Muda, Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. – Image Credit by Disbudpar.acehprov.go.id

Sebagai icon wisata Aceh, maka tidak ada salahnya apabila kita bahas terlebih dahulu. Pendirian Museum ini sebagai upaya untuk mengenang Peristiwa besar yang sangat menggemparkan Indonesia di kancah dunia yaitu Tsunami. Peristiwa ini  memakan  ribuan korban jiwa serta menimbulkan banyak kerugian pada 2004 lalu. Dengan adanya tempat ini, bisa juga dijadikan sebagai kenangan bagi para korban yang ditinggalkan. Dalam museum ini, Anda dapat menikmati beberapa fasilitas yang telah disediakan seperti diantaranya yaitu

Pertama, Anda akan disuguhkan dengan adanya lorong yang juga kerap di sebut sebagai space of fear atau simbol ketakutan masyarakat Aceh akan Tsunami. Dalam lorong ini akan terdengar gemuruh ombak air laut, kucuran air dan suara-suara lain yang mengingatkan Kita akan Tsunami. Minimnya pencahayaan dan  kelembaban lorong merupakan sebuah perpaduan yang memiliki daya tarik tersendiri karena bisa menambah suasana menjadi lebih mencekam.

Ruang Kenangan, dalam ruangan ini terdapat banyak memori dan kenangan yang menjelaskan Tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 lalu. Disajikan dalam bentuk panel dan monitor, sehingga Anda dapat mengetahui  berbagai macam foto dan dokumentasi lainnya yang berbentuk slide.

Sumur doa merupakan salah satu fasilitas museum yang memiliki filosofis khusus, yaitu sebagai makam massal bagi para korban Tsunami. Dibangun dalam ruangan yang memiliki ketinggian 30 meter dilengkapi dengan seluruh nama korban, bahkan sekitar 2000 nama yang tertulis dalam sumur ini. Sehingga, bagi pengunjung yang memasuki ruangan ini diharapkan bisa berdoa sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya.

Lorong Cerobong, setelah melalui sumur doa, maka kita akan melalui sebuah lorong yang gelap dengan desain lantai yang berkelok-kelok dan tidak rata. Bangunan ini juga menggambarkan kebingungan, kesedihan dan keresahan hati bagi korban Tsunami yang telah kehilangan harta, benda bahkan sanak saudaranya. Selain itu, lorong ini juga memiliki desain yang sangat unik, apabila kita berjalan terus, maka akan dipertemukan dengan sebuah cahaya alami dari luar. Hal ini sebagai filosofis yang menggambarkan bahwasannya setelah adanya kesusahan pasti akan diberi kemudahan, petunjuk dan kembalinya harapan.

Jembatan Harapan, setelah melewati beberapa ruangan-ruangan sebelumnya, kini Anda bisa mengetahui 54 bendera dari negara-negara yang andil dan ikut serta membantu dalam Peristiwa Tsunami Aceh. Disamping itu, terdapat pula kata “damai” yang menggambarkan upaya dalam mengembalikan situasi, kondisi dan perdamaian di Aceh.

BACA JUGA:  15 Tempat Wisata di Aceh Singkil Terbaru & Terhits Dikunjungi

2. Kapal Apung Lampulo

Kapal Apung Lampulo

Lokasi: Punge Blang Cut, Kec. Jaya Baru, Kota Banda Aceh. – Image Credit by Kataomed.com

Destinasi wisata ini menjadi salah satu saksi bisu dahsyatnya Tsunami Aceh. Kapal ini memiliki berat 65 ton yang pada saat Tsunami tersangkut di perumahan Penduduk Desa Lampulo. Awalnya kapal ini merupakan milik Nelayan pencari ikan yang sedang singgah di TPI Desa Lampulo.

Berkat tersangkutnya kapal ini, maka dapat menyelamatkan 59 orang saat Tsunami Terjadi. Pada saat ini, Kapal ini telah banyak direnovasi dan ditambah beberapa ornamen seperti tangga datar dibagian atasnya yang bisa digunakan untuk melihat secara leluasa bagian kapal ini.

3. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman

Lokasi: Jl. Moh. Jam No.1, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. – Image Credit by Wikipedia.org

Masih berbicara tentang Tsunami, Masjid ini merupakan salah satu bangunan yang tidak terkena dampak dari Tsunami, bangunannya tidak mengalami kerusakan parah. Sehingga, banyak digunakan oleh masyarakat sebagai rempat berlindung kala itu. Masjid ini dibangun pada tahun 1612 pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Bangunan ini didominasi dinding warna putih dengan Kubah hitam diatasnya, dikelilingi tujuh menara yang dilengkapi kubah diatasnya.

Selain itu, terdapat kolam dan pancuran air yang bisa menambah kemegahan Masjid ini. Sebagai salah satu bangunan bersejarah sekaligus tempat ibadah bagi umat muslim, maka Masjid Baiturrahman sangat cocok dijadikan sebagai destinasi wisata. Selain Museum Tsunami, Masjid ini juga berperan sebagai icon wisata Kota Aceh.

4. Rumah Cut Nyak Dien

Rumah Cut Nyak Dien

Lokasi: Lampisang, Peukan Bada, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by Kelanamakan.com

Sebagai salah satu pahlawan wanita dari Aceh, Cut Nyak Dien telah banyak berjuang bagi Indonesia. Dilain sisi, beliau juga banyak meninggalkan arsip-arsip masa perjuangannya melawan Belanda. Berbagai macam arsip dan peninggalannya kini disimpan di Rumah Cut Nyak Dien sekaligus dijadikan sebagai museum. Sebenarnya Rumah ini hanya replika, dikarenakan Rumah aslinya sudah hangus terbakar. Akan tetapi, bangunan ini didesain sangat mirip dengan aslinya yang banyak mengandung nilai sejarah dan pastinya Anda akan menemukan banyak hal bermanfaat apabila datang ke Museum ini.

5. Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan

Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan

Lokasi: Suka Mulia, Kec. Lembah Seulawah, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by Passgal.blogspot.com

Masih berbicara mengenai destinasi wisata sejarah, tempat ini merupakan sebuah taman yang namanya diambil dari seorang wanita keturunan Kesultanan Aceh yang ikut serta dalam melawan Belanda. Luas taman ini mencapai 6300 hektare, sehingga tidak heran apabila tempat ini masuk dalam dua wilayah administratif yaitu Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Pidie. Tidak hanya taman hutan raya saja, melainkan terdapat beberapa destinasi wisata didalamnya. Berikut adalah beberapa contoh nama destinasi wisata yang termasuk dalam Taman Hutan Raya:

Bendungan Air peninggalan Belanda

Bendungan Air peninggalan Belanda – Image Credit by Wikimedia.com

Tebing Batu bersusun

Tebing Batu bersusun – Image Credit by Steemit.com

Gunung Gajah

Gunung Gajah – Image Credit by Ykbn.or.id

Air Terjun air Panas dan Kawah Belerang

Air Terjun air Panas dan Kawah Belerang – Image Credit by Regional.kompas.com

Lantai Gunung Batu dan Batu Monyet

Lantai Gunung Batu dan Batu Monyet – Image Credit by Detik.com

 

6. Taman Sari Gunongan

Taman Sari Gunongan

Lokasi: Sukaramai, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. – Image Credit by Horesabang.co.id

Bangunan ini kerap disebut sebagai Taj Mahalnya Aceh, dikarenakan keduanya sama-sama sebagai bangunan persembahan sekaligus simbol cinta Sang Raja kepada Permaisurinya. Taman Sari ini merupakan Hadiah Sultan Iskandar Muda kepada Permaisurinya yaitu Putri Kamaliah yang kerap dipanggil sebagai Putroe Phang yang berasal dari Pahang, Malaysia. Bangunan ini terletak di kompleks Bustinussalatin Aceh, sama halnya dengan Taj Mahal yang dikelilingi sungai, Taman Sari juga dikelilingi oleh sungai Krueng Daroy.

BACA JUGA:  10 Tempat Wisata di Gayo Lues Terbaru & Paling Hits Dikunjungi

Pada dasarnya bangunan ini merupakan tempat khusus bagi Sang Permaisuri Sultan, biasanya digunakan untuk menyendiri apabila beliau rindu dengan kampung halaman. Sehingga, tidak heran apabila bangunannya dibuat menyerupai dekorasi perbukitan Pahang yaitu dengan tiga tingkatan berwarna serba putih. Sedangkan dibagian depannya terdapat tempat penobatan Sultan Aceh berupa penterana batu.

7. Museum Aceh

Museum Aceh

Lokasi: Jl. Sultan Mahmudsyah No.10, Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. – Image Credit by Busy.org

Tempat bersejarah ini berhasil didirikan sejak tahun 1915 saat masih dalam naungan pemerintahan Belanda. Bangunan utamanya berupa Rumoh Aceh atau rumah adat Aceh. Kini, tempat ini digunakan sebagai Museum yang memiliki banyak koleksi mulai dari zaman pra-aksara sampai zaman penjajahan. Seperti salah satu koleksinya yang populer adalah Lonceng Cakra Donya yang dipercaya merupakan hadiah Kaisar China dari Dinasti Ming China kepada Kesultanan Pasai saat perjalanan Laksamana Ceng Ho ke Nusantara pada abad ke-15. Lonceng ini diperkirakan telah berusia lebih dari 1400 tahun.

8. Taman Ratu Safiatudin

Taman Ratu Safiatudin

Lokasi: Bandar Baru, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh. – Image Credit by Alampeudeung.blogspot.com

Destinasi wisata ini sangat cocok bagi Anda pemburu foto yang instragamable. Di tempat ini terdapat banyak objek yang sangat unik yaitu beberapa rumah adat Aceh dan Perabotan Tradisional khas Aceh. Ditambah lagi taman ini juga sering digunakan sebagai tempat pementasan kesenian budaya Aceh seperti tari-tarian Aceh. Satu hal yang perlu Anda ketahui bahwa tidak ada tiket untuk memasuki taman ini, sehingga banyak pengunjung datang berbondong-bondong  ke tempat wisata ini. Terlebih lagi pada sore hari saat hari libur yang kerap dijadikan sebagai tempat pementasan kesenian.

9. Pantai Ulee Lheue

Pantai Ulee Lheue

Lokasi: Ulee Lheue, Kec. Meuraxa, Kota Banda Aceh. – Image Credit by Kba.one

Setelah banyak mengulas tentang wisata sejarah sepanjang perjalanan Aceh, maka Pantai ini sangat cocok dijadikan sebagai pilihan destinasi wisata alam Anda di Aceh. Pantai ini mendapat dampak paling serius dari Tsunami Aceh lalu, ditandai dengan berubahnya pasir menjadi berwarna coklat. Meski demikian, pesona Pantai Ulee Lhue dengan arus gelombang  yang tenang tetap menjadi pilihan dari beberapa pantai yang ada di Aceh.

10. Pantai Lhok Mee

Pantai Lhok Mee

Lokasi: Lamreh, Kec. Mesjid Raya, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by Ksmtour.com

Pesona pantai ini ditandai dengan butiran pasir putih dan kejernihan airnya yang hampir menyerupai kristal. Selain itu, terdapat pula pepohonan yang bisa tumbuh di perairan yang  kerap disebut Geurumbang. Pohon ini bisa Anda panjat sekaligus menikmati suasana dan semilir angin pantai. Kejernihan air pantai sangat cocok digunakan sebagai wahana snorkeling. Selain itu, di Pantai ini Anda juga menikmati santapan kuliner Bakar seperti misalnya jagung dan berbagai ikan bakar.

11. Bukit Soeharto

Bukit Soeharto

Lokasi: Lamreh, Kec. Mesjid Raya, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by Travellink-indonesia.com

Tidak jauh dari Pantai Lhok Mee terdapat bukit yang dahulu merupakan area penghijauan di masa pemerintahan Presiden Soeharto, maka bukit ini kerap disebut sebagai bukit Soeharto. Dari aTas bukit ini Anda juga bisa menikmati pesona beberapa wisata pantai yang ada disekitarnya.

12. Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk

Lokasi: Jl. Raya Lampuuk, Meunasah Lambaro, Kec. Lhoknga, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by Travel.kompas.com

Sama seperti Pantai Lhok Me, Pantai Lampuk juga memiliki pasir berwarna putih. Akses menuju pantai imi terdapat empat jalur yaitu babah satu, babah dua, babah tiga dan babah empat. Dari ke-empat jalur tersebut menyajikan pesona alam yang berbeda-beda. Seperti misalnya Babah satu yang merupakan area surving dan babah dua sebagai tempat konservasi penyu. Disamping itu, tempat ini Anda bias menikmati wisata air menggunakan banana boat.

BACA JUGA:  15 Tempat Wisata di Aceh Tamiang Terbaru & Terhits Dikunjungi

13. Pantai Lhoknga

Pantai Lhoknga

Lokasi: Jl. Lintas Barat Sumatera, Mon Ikeun, Kec. Lhoknga, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by IndonesiaKaya.com

Lokasi Pantai ini tidak jauh dari Pantai Lampuk, potensi utama yang dimiliki Pantai ini adalah Gelombang besar yang sangat terkenal, bahkan sampai tingkat internasional sebagai tempat surving. Selain surving, Anda juga bisa bermain golf di Pantai Lhoknga yang kerap dijadikan sebagai tempat pertandingan golf.

14. Pucok Krueng

Pucok Krueng

Lokasi: Mon Ikeun, Kec. Lhoknga, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by Whaleshares.io

Tempat wisata ini merupakan kawasan hulu sungai di pedalaman hutan Lhoknga. Dengan menyewa boat seharga Rp. 50.000 Anda sudah bisa berwisata menyusuri tempat ini, mulai dari Sungai Raba hulu sampai ke hilir. Disepanjang perjalanan Anda akan disuguhkan berbagai tanaman yang masih terjaga keasriannya.

15. Ujung Kelindu

Ujung Kelindu

Lokasi: Lamreh, Kec. Mesjid Raya, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by Ksmtour.com

Berlokasi di Lamreh, Aceh Besar. Ujung Kelindu merupakan pantai bertebing yang diatasnya terdapat bukit savanna. Sehingga, panorama tercipta dari kontras warna yang sangat Indah, dilain sisi perpaduan pantai seperti ini juga jarang ditemukan dalam kebanyakan pantai pada umumnya.

16. Danau Laut Tawar

Danau Laut Tawar

Lokasi: Danau Laut Tawar, Kec. Danau, Kab. Aceh Tengah. – Image Credit by Yopiefranz.com

Danau ini terletak di dataran tinggi Tanah Gayo, luasnya yang hampir menyerupai lautan tetapi air danau ini adalah tawar. Sehingga, danau ini dijadikan sebagai sumber air tawar terbesar di Aceh. Selain itu, Anda juga bias menikmati wisata kuliner khas berupa Kopi Gayo.

17. Benteng Indrapatra

Benteng Indrapatra

Lokasi: Krueng Raya, Baet, Kec. Baitussalam, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by Ksmtour.com

Benteng ini dibangun jauh sebelum Islam masuk ke Aceh, yaitu diperkirakan pada abad ke-7. Terdiri dari beberapa bangunan benteng, yang berukuran paling besar dilengkapi dengan kubah diatasnya serta sumur yang dahulu konon digunakan sebagai ritual agama di dalamnya.

18. Air Terjun Peukan Biluy

Air Terjun Peukan Biluy

Lokasi: Lamsod, Kec. Darul Kamal, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by Infolhokseumawecom.blogspot.com

Air terjun ini berlokasi tidak jauh dari Banda Aceh, berjalan ke selatan menuju hulu sungai Seuonong Bate Doeng, maka disitulah air terjun ini berada. Sepanjang perjalanan menuju tempat ini Anda bisa menikmati jajaran perbukitan barisan. Bahkan terdapat pula akses menaiki tangga tebing diatas bukit air terjun bagi Anda yang menyukai tantangan. Disana kelak akan dijumpai padang rumput dengan ukuran rumput yang kecil-kecil.

19. Air Terjun Kuta Malaka

Air Terjun Kuta Malaka

Lokasi: Lam Ara Tunong, Kuta Malaka, Luthu Lamweu, Kec. Suka Makmur, Kab. Aceh Besar. – Image Credit by Idntimes.com

Walaupun lokasi terpencil dan akses yang dilalui untuk menuju air terjun ini sangat ekstrem yaitu berupa jalan bebatuan curam disertai 412 anak tangga tidak menjadi hambatan bagi pengunjung untuk menikmatinya. Air terjun ini memiliki tujuh tingkatan diatas bukit Kuta Malaka. Pesona alam yang indah sehingga memilki daya tarik tersendiri bagi para pengunjungnya.

20. Air Terjun Blang Kolam

Air Terjun Blang Kolam

Lokasi: Sido Muliyo, Kec. Nisam Antara, Kab. Aceh Utara. – Image Credit by Ksmtour.com

Air terjun ini kerap juga disebut sebagai air terjun kembar karena adanya batu yang memisahkan aliran air, sehingga terbagi menjadi dua. Memiliki ketinggian hampir mencapai 75 km. Keasrian alam dan penyediaan lokasi perkemahan merupakan daya tarik tersendiri bagi wisata ini.

21. Makam Raja Aceh

Makam Raja Aceh

Lokasi: Jl. Sultan Mahmudsyah No.10, Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. – Image Credit by IndonesiaKaya.com

Makam Raja Aceh ini terletak dalam kompleks Museum Aceh, terdiri dari beberapa makam raja-raja yang masih memiliki garis keturunan dari Bugis. Lokasinya berdekatan dengan Rumoh Aceh. Berhubung letaknya yang berada dalam museum, maka kompleks pemakaman ini ditetapkan sebagai salah satu situs cagar budaya oleh Pemerintah. Sehingga, pengelolaan dan pemeliharaan makam ini berada dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang dikelola langsung oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh.

22. Makam Syiah Kuala

Makam Syiah Kuala

Lokasi: Deah Raya, Kec. Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. – Image Credit by Glory-travel.com

Makam Abdurrauf bin Ali Alfansuri atau kerap disebut Syah Kuala merupakan salah satu destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi. Hal ini disebabkan karena beberapa keunikan yang terdapat didalamnya seperti tidak adanya kerusakan batu nisan saat terjadinya gempa dan tsunami pada tahun 2004 lalu. Padahal jarak dengan lokasi yang terkena tsunami hanya berkisar 100 meter. Hal ini merupakan salah satu keajaiban yang terjadi pada Makam Syah Kuala sekaligus sebagai bukti kebesaran Tuhan.

23. Makam Kandang

Makam Kandang

Lokasi: Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. – Image Credit by Situsbudaya.id

Makam ini terletak dibelakang bangunan Taman Sari Gunongan, berupa  kotak persegi yang kerap disebut Kandang dan dipercaya sebagai makam Sultan Iskandar Thani. Biasanya para pengunjung yang datang ke Taman Sari Gunongan juga sekaligus wisata religi di bagian belakang Taman.

24. Makam Sultan Malikussaleh Dhahir

Makam Sultan Malikussaleh Dhahir

Lokasi: Beuringen, Kec. Samudera, Kab. Aceh Utara. – Image Credit by Steemit.com

Tempat ini merupakan makam anak pertama dari Sultan Malikussaleh yang pernah berkuasa pada Kerajaan Samudra Pasai pada tahun 1279-1326. Lokasi makamnya bersebelahan dengan Makam Sultan Malikussaleh atau Ayahnya. Keunikan yang terdapat pada makam ini ialah batu nisannya yang terbuat dari granit dan terpahat surat At-Taubah ayat 21 sampai 22.

25. Makam Nahrisyah

Makam Nahrisyah

Lokasi: Gp. Lam Lagang, Bandar Raya, Peuniti, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh. – Image Credit by Steemit.com

Masih seputar keluarga kerajaan Samudra Pasai. Makam ini merupakan makam dari salah satu ratu yang pernah memerintah pada tahun 1416-1428 M. Beliau dahulu dikenal sebagai ratu yang arif dan bijaksana serta banyak memberi pengaruh pada masa pemerintahannya. Sehingga, setelah beliau meninggal tidak jarang orang yang datang ke tempat ini.

Lokasinya juga tidak terlalu jauh dengan makam-makam penguasa Samudra Pasai yang lain seperti Makam Malikussaleh dan putranya yang telah disebutkan diatas. Pada nisannya terpahat kaligrafi yang indah berupa surat Yasin dan beberapa ayat Al-Quran seperti Al-Imran dan Al-Baqarah.

Dari beberapa wisata perkuburan atau makam tersebut bisa dijadikan pilihan sebagai destinasi wisata religi, selain Masjid Baiturrahman yang merupakan wisata Aceh yang wajib dikunjungi. Disamping itu, 25 rekomendasi tempat wisata di Banda Aceh yang telah disebutkan diatas bisa Anda jadikan referensi apabila ingin explore saat berkunjung ke Kota Serambi Makkah ini.