Museum Kota Langsa – Sejarah, Koleksi, Tiket & Ragam Aktivitas

Museum Kota Langsa – Sejarah, Koleksi, Tiket & Ragam Aktivitas
Harga Tiket: Rp 3.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Gampong Jawa, Kec. Langsa Kota, Kota Langsa, Aceh.

Meskipun kota Langsa adalah kota kecil, tetapi sangat unik karena masyarakatnya yang beragam dari suku Aceh, Gayo, Melayu, dan Jawa. Kota Langsa juga dikenal sebagai kota pendidikan, kota wisata, kota perdagangan dan kota kuliner. Banyak pendatang memilih kota ini sebagai tempat menyebarkan ilmu maupun berkunjung menikmati wisata alam dan kuliner.

Selain wisata alam dan kuliner, kota Langsa juga menawarkan berbagai tempat wisata kearifan lokal yaitu museum. Museum tersebut bernama Museum Kota Langsa yang menjadi bangunan bersih dengan banyak barang antik, kolektor, karya seni, peninggalan sejarah masa lalu dan tempat edukasi yang sangat bermanfaat

Sejarah Museum Kota Langsa

Sejarah Museum Kota Langsa
Image Credit: Google Maps Risma Melati

Balee Juang adalah bangunan berdinding putih peninggalan kolonial Belanda yang terlihat jelas melalui arsitekturnya yang unik. Museum yang indah ini terletak di tengah kota dan dibuka oleh walikota pada 22 Januari 2019 sebagai Museum Kota Langsa. Kehadiran museum akan menambah pengetahuan umum tentang sejarah kota Langsa

Selain itu, juga dapat mengetahui pendidikan dan warisan budaya, serta memungkinkan masyarakat untuk merasakan keunikan dan keunggulan sejarah kota Langsa yang tidak ditemukan di tempat lain. Museum unik ini memiliki peninggalan sebanyak museum lainnya. Yang membedakannya dari museum lain adalah masuknya barang-barang kolonial Belanda

Barang tersebut seperti koin, peninggalan khas Aceh seperti jalan setapak dan akar teratai dan terowongan yang terhubung ke kantor pos. Namun sayangnya, terowongan tersebut saat ini telah ditutup. Ketika walikota membuka museum beberapa tahun yang lalu, Museum Belanda ini dikunjungi oleh berbagai pelajar setempat

Mulai dari siswa taman kanak-kanak, siswa SD, SMP, dan pendatang lokal lainnya yang mencapai hampir 6.000 pengunjung. Namun, setahun kemudian jumlah pengunjung Museum Kota ini mengalami penurunan. Tidak sebanyak saat museum resmi dibuka. Ironisnya, masyarakat bahkan tidak tahu di mana museum itu berada.

Tentu timbul pertanyaan kenapa museum bisa sepi pengunjung, padahal museum adalah tempat dimana orang bisa belajar tentang sejarah peninggalan leluhur, mengenal berbagai barang antik untuk memunculkan rasa kecintaan terhadap warisan budaya Aceh. Banyak yang mengatakan bahwa Museum Kota Langsa tidak terlalu menarik, jadi jarang ada yang minat mengunjunginya.

Wisatawan lebih tertarik berwisata alam daripada wisatawan budaya. Wisata alam diprediksi dan dipertahankan oleh pemerintah daerah sebagai destinasi wisata alam yang populer, dan museum kurang dilestarikan karena lebih sering mempercantik atraksi wisata alam. Namun saat ini pemerintah kembali melakukan perbaikan museum

Museum Kota di Aceh ini mulai di renovasi terkait pencahayaan sampai dengan pemilihan warna museum. Tidak banyak perubahan yang dilakukan terhadap isi dari museum Langsa ini. Untuk menarik generasi Milenial, tim Museum Kebudayaan mengunjungi sekolah untuk melakukan sosialisasi dan membagikan pamflet sebagai media promosi.

Dalam proses edukasi, tim Museum akan mengajukan beberapa pertanyaan terkait museum dan juga memberikan informasi apa saja yang dapat ditemukan di dalamnya. Cara publikasi ini memang berbeda dengan cara pemerintah menarik wisatawan untuk mengunjungi wisata alam. Pemerintah perlu meningkatkan perhatian terhadap wisata edukasi ini

Jika ingin museum kebudayaan ini memiliki potensi yang besar, perlu ditingkatkan desainnya yang kreatif, inovatif dan unik, namun tetap tidak lepas dari unsur zaman penjajahan Belanda yang memberikan kesan bangunan klasik agar dapat menarik pengunjung untuk memahami peninggalan dan aset bangsa untuk generasi mendatang.

Daya Tarik Museum Kota Langsa

Daya Tarik Museum Kota Langsa
Image Credit: Google Maps mac. Armand

1. Pesona Gedung

Seperti bangunan bersejarah Belanda lainnya, Museum Balee Juang memiliki arsitektur Belanda yang menarik. Dinding putih mendominasi di sebagian besar bangunan yang masih ada. Untuk mempertahankan ciri klasik bangunan, bentuk asli bangunan tetap dipertahankan dan tidak pernah diubah mengikuti perkembangan.

Ketika Belanda pertama kali tiba di kota Langsa, telah berhasil menduduki kota sejarah ini dan menjadikannya sebagai basis pemerintahan Aceh. Belanda membangun gedung tersebut sebagai kantor perusahaan perkebunan dan markas besar Belanda. Produk dari kota Langsa dikumpulkan dan dicatat di Balee Juang sebelum dikirim ke Belanda.

Sebelum gedung tersebut dikenal dengan nama Gedung Balee Juang, gedung ini diberi nama oleh orang Belanda Het Kantoorgebouw Der Atjehsche Handel Maatschappij Te Langsar. Pada saat itu, gedung tua ini juga digunakan sebagai fasilitas pencetakan uang yang disebut “Bon Cash” senilai 100 rupiah sebagai alat transaksi pada saat itu

Ketika Belanda menyerah kepada Jepang, bangunan tersebut diambil alih dan digunakan sebagai markas tentara Jepang. Perusahaan perkebunan itu harus pindah ke negara asalnya Belanda. Konon Museum Kota Langsa ini memiliki lorong bawah tanah yang seukuran tubuh manusia. Koridor ini terhubung dengan lokasi lain dan diyakini dikelilingi oleh cerita misteri.

Namun, pintu lorong terkunci dan kuncinya hilang. Gedung Balee Juang merupakan bangunan berlantai dua dengan gaya arsitektur Belanda yang menyerupai bentuk pintu tinggi dengan jendela dan tiang-tiang besar yang kokoh. Wisatawan juga dapat melihat atap runcing dengan balkon di lantai dua gedung sejarah ini.

Halaman dari Museum Sejarah ini memiliki air mancur yang dihiasi dengan tanaman air dan dinding yang diukir dengan relief. Relief tersebut menunjukkan kolonialisme Belanda yang bekerja keras untuk rakyat Aceh saat itu dan perlawanan rakyat Aceh untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Relief ini berwarna emas sehingga terlihat indah.

Pesona arsitektur yang mengesankan tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga menjadi daya tarik utama bangunannya. Anda dapat melihat pintu besar dan tinggi yang dihiasi dengan teralis dan patung. Pemerintah merenovasi bangunan dengan hati-hati agar tidak kehilangan orisinalitasnya dengan tetap menjaga bentuk bangunan.

2. Fasilitas Memadai

Gedung Balee Juang juga dilengkapi dengan toilet, tempat parkir yang luas dan tempat sampah. Jika ingin beribadah, wisatawan bisa mengunjungi Masjid Agung di Langsa, tidak jauh dari tempat tersebut. Museum Kota Langsa ini juga memiliki penjaga keamanan sehingga Anda dapat belajar tentang sejarah bangunan dan bagaimana bangunan itu digunakan di masa lalu selama kunjungan.

Sangat mudah untuk menemukan penjual di sekitar gedung yang menyajikan cemilan dan makanan. Ada juga kafe dan restoran yang akan mengisi perut Anda. Jika Anda ingin bermalam, Kota Langsat juga memiliki beragam hotel dan penginapan yang bisa digunakan pada malam hari. Saat berada di kota Langsa, gedung ini bisa menjadi alternatif wisata untuk dikunjungi.

Daya Tarik di Museum Kota Langsa
Image Credit: Instagram Museum Aceh

3. Tempat yang Instagramable

Keindahan arsitektur Gedung Balee Juang menarik minat para pecinta fotografi. Tidak jarang ditemukan fotografer yang memotret di sekitar gedung kebudayaan ini. Unik dan menarik, itulah kesan yang harus diberikan oleh bangunan Belanda ini. Anda juga bisa berfoto di sini dengan mengambil banyak objek yang ada di sekitar museum dengan kamera.

Wisata Museum Kota Langsa ini juga merupakan permainan bagi pasangan yang ingin melakukan sesi foto prewedding. Tidak hanya nilai seninya saja, namun nilai sejarah yang dikandungnya menjadi daya tarik tersendiri dari bangunan. Anda juga dapat menunjukkan hasil foto pada akun media sosial yang dimiliki sebagai kenang-kenangan di Kota Langsa

4. Wisata Sejarah

Mengunjungi Museum unik ini akan mengingatkan pada sejarah masa lalu. Bangunan ini merupakan simbol kota Langsa dalam perjuangan mengusir Belanda. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi yang menceritakan kisah perjalanan dari kota Langsa ke masa lalu. Ini juga harus dilihat oleh siapa saja termasuk para milenial yang menyukai sejarah.

Gedung Belanda ini merupakan bangunan yang sangat dijaga karena memiliki unsur nilai sejarah yang sangat tinggi. Untuk itu ketika mengunjungi museum bersejarah ini, anda perlu menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas yang ada. Selain itu, sebelum memasuki gedung, pastikan anda mengikuti prosedur perizinan dengan menemui penjaga

Lokasi dan Harga Tiket Museum Kota Langsa

Lokasi Museum Kota Langsa
Image Credit: Instagram YUZA Tour n Shopper

Museum ini terletak di Jalan Ahmad Yani Gampong Jawa, Kota Langsa atau tepat sebelum persimpangan jalan Kantor Pos Langsa. Layanan dan fasilitas yang ditawarkan antara lain pemandu wisata dan label koleksi. Anda dapat menikmati dan mempelajari berbagai hal tentang sejarah pada masa Belanda di Kota Langsa tanpa perlu mengeluarkan biaya besar

Pada momen awal dibuka, Museum Kota Langsa ini mengenakan tiket masuk kepada pengunjung sebesar Rp 1500 untuk anak-anak dan Rp 3000 untuk dewasa. Namun saat ini, baik pelajar maupun pengunjung umum tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. Pembebasan biaya ini dikarenakan belum ada keputusan baru dari Walikota Langsa

Museum ini buka setiap hari Selasa hingga Minggu (hari libur Senin) dan buka pukul 9 pagi hingga 12 siang dan dari pukul 14:00 hingga 16:45. Museum Langsa menawarkan banyak program. Ini akan menjadi referensi bagi anda yang tertarik. Program meliputi Studi Sejarah, Museum masuk sekolah, Belajar bersama di museum sampai kolaborasi dengan sejarawan

Anda dapat mengunjungi Museum Kota Langsa nan bersejarah ini bersama keluarga ataupun teman untuk melihat berbagai jenis peninggalan yang digunakan atau ditemukan pada masa penjajahan belanda. Dengan begitu, anda akan merasakan sensasi berlibur yang lebih menyenangkan karena mendapatkan ilmu pengetahuan. Museum Unik ini juga dapat dijadikan lokasi berfoto.