Museum Sang Nila Utama, Wisata Sejarah Mengenal Budaya Melayu di Pekanbaru

Museum Sang Nila Utama, Wisata Sejarah Mengenal Budaya Melayu di Pekanbaru

Museum Sang Nila Utama merupakan wisata sejarah di Pekanbaru yang mengumpulkan dan menyimpan warisan budaya Melayu Riau, seperti pakaian adat, artefak, alat musik dan sebagainya.

Harga Tiket: Rp 5.000; Map: Cek Lokasi
Alamat: Jl. Jendral Sudirman No.194, Tengkerang Tengah, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau.

Museum Sang Nila Utama adalah nama dari sebuah museum yang berdiri di atas tanah Pekanbaru, Riau. Nama Sang Nila Utama didapat berdasarkan dari nama raja Bintan yang berkuasa pada jaman kerajaan di pulau Bintan. Nama ini kemudian diresmikan pada 13 Oktober 1993 dari yang sebelumnya bernama Museum Negeri Provinsi Riau.

Museum ini menyimpan kekayaan budaya, kekayaan adat, dan kekayaan sejarah Melayu Riau. Pada awalnya, museum ini hanya menyimpan benda-benda purbakala serta peninggalan sejarah. Kemudian berkembang dengan pembangunan gedung menjadi tiga lantai dan penambahan jenis benda koleksi. Setiap tahu, koleksi di museum ini selalu ditambah dengan kategori tertentu.

Benda-benda koleksi disini terdiri dari kelompok bilogika, arkeologika, geologi, etnografika, numismatika, hingga historika. Tentunya masih banyak yang lainnya yang belum disebutkan. Berikut akan dibahas lebih dalam lagi mengenai Museum Sang Nila Utama untuk Anda yang tertarik mengunjungi museum ini.

Daya Tarik yang Dimiliki Museum Sang Nila Utama

Daya Tarik Museum Sang Nila Utama
Image Credit: Google Maps (Elvi Rahmi)

1. Bangunan Berbentuk Rumah Adat Melayu Riau

Dari luar bangunan museum ini, Anda sudah dibuat takjub dengan gedungnya yang berupa rumah panggung berdiri dengan megah. Bentuk bangunan ini merupakan bentuk rumah adat Melayu Riau. Lengkap dengan ornamen-ornamen tradisional khas adat Melayu Riau.

Dibalut dengan warna kuning dan hijau, halaman museum ini dihiasi oleh miniatur alat untuk mengebor minyak yang merupakan simbol eksplorasi minyak di provinsi Riau. Terdapat pula prasasti nama gedung bertuliskan Museum Daerah Sang Nila Utama yang dihiasi atap khas adat Melayu Riau lengkap dengan ukirannya.

2. Pusat Studi Adat dan Budaya Melayu Riau

Benda koleksi di dalam museum ini sebagian besar diisi oleh benda-benda adat Melayu Riau. Benda-benda tersebut antara lain alat musik tradisional Riau, baju dan pakaian adat Melayu Riau, termasuk pula pakaian dan alat-alat ritual pernikahan, tak lupa juga alat permainan tradisional.

Berbagai pakaian tradisional Melayu Riau dari berbagai daerah di Riau dikumpulkan dan dipajang di dalam lemari kaca. Lemari ini diletakkan berjajar di sepanjang koridor. Ada pula pelaminan yang mewah dan megah dengan berbagai ukiran dan hiasan khas adat Melayu Riau. Tak lupa baju pernikahan dipajang di sekitar pelaminan.

BACA JUGA:  10 Oleh-Oleh Khas Siak yang Paling Populer

3. Benda Koleksi yang Lengkap

Saat memasuki gedung museum dari pintu masuk di lantai dua, telah tersaji benda-benda yang menggambarkan sejarah yang terjadi di Riau. Seperti peralatan-peralatan yang digunakan oleh masyarakat Sakai pada jaman dahulu. Peralatan ini menunjukkan perkembangan teknologi dari tradisional hingga modern.

Ada juga foto-foto gubernur Riau lengkap dengan tanda jasa dan medali. Ditambah dengan kumpulan mata uang koin yang digunakan sebagai alat pembayaran pada jaman dahulu. Benda-benda ini merupakan koleksi golongan numismatika dan heraldika.

Ada replika dari candi Muara Takus dan replika rumah adat yang bentuk arsitekturnya mirip bangunan museum. Untuk peninggalan etnologika terdapat guci-guci peninggalan kerajaan Melayu yang ditemukan di dasar laut, diduga berasal dari kapal yang digunakan sebagai armada perang di Selat Malaka.

Benda-benda arkeologika juga terdapat di museum ini berupa benda-benda galian salah satunya adalah tengkorak dan kerangka. Yang unik adalah kayu yang berbentuk seperti rumah keong dengan ukiran-ukiran di permukaannya.

Benda-benda keramologika di dalam museum ini menunjukan peradaban masyarakat Melayu Riau pada jaman dahulu yaitu berupa gerabah dan guci-guci dari tanah liat. Terdapat pula prasasti yang menggambarkan masuknya agama Hindu yang kemudian disusul dengan agama islam, prasasti ini merupakan karya sastra pada jaman dahulu.

Tak hanya lengkap dengan peninggalan budaya yang khas, di museum ini juga menyimpan peralatan peninggalan Belanda yang sudah modern. Benda-benda tersebut antara lain teropong, tustel atau kamera yang menggunakan film, telepon engkol yang unik dengan angka-angka yang diputar, serta senjata api.

Berbagai karya seni tak terlewat dipajang rapi di dalam museum ini. Karya seni tersebut berupa wayang-wayang kulit tradisional dan juga topeng-topeng khas Jawa yang dilukis dengan berbagai ekspresi, biasanya digunakan oleh para penari Jawa saat menampilkan sebuah tarian.

Replika masjid Sultan Riau Penyengat juga terlihat di dalam museum ini dan terletak rapi di dalam kotak kaca. Masjid Sultan Riau Penyengat ini merupakan masjid tertua di Riau yang dibangun pada tahun 1832 silam. Masjid ini juga merupakan salah satu ikon provinsi Riau

BACA JUGA:  10 Restoran & Tempat Makan di Dumai yang Paling Enak

Alamat dan Rute Menuju Lokasi Museum Sang Nila Utama

Alamat Museum Sang Nila Utama
Image Credit: Google Maps (Yoko Yuwono)

Museum budaya Melayu ini memiliki alamat di jalan jenderal Sudirman no. 149, terletak di kota Pekanbaru, Riau. Berlokasi di tengah kota dan masih satu komplek dengan kantor Dinas Kebudayaan yang berada di provinsi Riau.

Untuk menuju lokasi Museum Sang Nila Utama, Anda dapat memakai berbagai transportasi karena letaknya di tengah kota dan terjangkau oleh berbagai kendaraan. Berikut rute-rute menuju lokasi museum dari terminal dan bandara terdekat.

  • Dari bandara Sultan Syarif Kasim II – menuju utara ke jalan Jenderal Sudirman – berkendara sejauh 2,6km lalu belok kiri setelah melewati perkantoran Sudirman Square – belok kanan 35 m dan sampai di Museum Sang Nila Utama. Perjalanan ini memakan waktu 10 menit.
  • Dari terminal tipe A Payung Sekaki – ambil jalan Lintas Sumatera sejauh 7,6 km – belok kanan menuju jalan Jenderal Sudirman dan jalan sejauh 3 km – ambil putar balik lalu belok kiri setelah melewati perkantoran Sudirman Square – belok kanan 35 m dan sampai di lokasi museum. Perjalanan ini memakan waktu 25 menit.

Harga Tiket Masuk Museum Sang Nila Utama

Harga Tiket Museum Sang Nila Utama
Image Credit: Google Maps (Yadi Fakhruzein TJ)

Untuk memasuki Museum Sang Nila Utama Anda diharuskan untuk membayar tiket masuk dengan harga yang cukup terjangkau bahkan untuk pelajar. Berikut daftar harga tiket masuk museum ini.

1. Wisatawan Lokal

  • Dewasa 5.000 per orang
  • Pelajar atau mahasiswa dalam rombongan 2.500 per orang
  • Anak-anak usia dibawah 10 tahun 2.000 per orang
  • Rombongan 3.500 per orang

2. Wisatawan Asing

  • Dewasa 10.000 per orang
  • Anak-anak usia dibawah 10 tahun 5.000 per orang
  • Rombongan 3.500 per orang

Harga ini berlaku baik di hari biasa maupun akhir pekan.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Museum Sang Nila Utama

Kegiatan di Museum Sang Nila Utama
Image Credit: Google Maps (Puja Ardila)

1. Wisata Edukasi Berbagai Ilmu Pengetahuan

Berbagai benda koleksi sebanyak 3800 benda dari berbagai ilmu terkumpul di dalam museum. Hal ini menjadikan Museum Sang Nila Utama menjadi destinasi yang tepat untuk pelajar yang ingin menambah pengetahuan. Terutama warisan-warisan budaya yang seharusnya dilestarikan oleh generasi muda agar tidak hilang tergerus jaman.

BACA JUGA:  15 Tempat Wisata di Bengkalis Terbaru & Paling Hits Dikunjungi

2. Mengikuti Pameran Permainan Rakyat Tradisional

Setiap tahun, museum ini mengadakan pameran dengan judul “ayo ke museum!”. Pada pameran ini dipamerkan berbagai permainan dan senjata tradisional dan kemudian mengundang sekolah-sekolah untuk hadir dalam pameran ini.

Beragam permainan tradisional seperti balap karung, engklek, enggrang dan permainan-permainan lain dapat dimainkan oleh pengunjung. Selain mengenal budaya tradisional, tentunya hal ini menjadi kegiatan menyenangkan untuk anak-anak maupun dewasa saat berkunjung ke Museum Sang Nila Utama.

3. Mengikuti Seminar, Pameran atau Penyuluhan

Berbagai kegiatan resmi seringkali diadakan di dalam kawasan museum ini. Salah satu contohnya adalah pameran pendidikan dan IPTEK yang diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau. Acara-acara tersebut selain menarik pengunjung ke museum juga sebagai langkah membiasakan berkunjung ke museum.

Pameran dengan tema tertentu juga diadakan di tempat ini, seperti pameran arsitektur dan ukiran khas adat Melayu Riau yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan pariwisata. Pameran ini terbuka untuk umum dan mayoritas didatangi oleh pelajar dan mahasiswa.

4. Mengikuti Lomba

Untuk memeriahkan suasana museum, tak jarang pihak pengelola museum mengadakan lomba. Lomba-lomba tersebut mayoritas bertemakan budaya dan sastra, seperti lomba cipta tari dan lomba baca puisi. Tak hanya itu lomba mewarnai dan lomba fotojuga kerap diadakan di museum ini.

Fasilitas yang Tersedia di Museum Sang Nila Utama

Fasilitas di Museum Sang Nila Utama
Image Credit: Google Maps (Yadi Fakhruzein TJ)

Sebagai tempat eduwisata yang didatangi oleh banyak pengunjung, fasilitas di dalam Museum Sang Nila Utama sengaja dilengkapi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain.

  • Ruang pemeran utama dengan berbagai benda koleksi
  • Gedung auditorium
  • Taman yang dilengkapi tempat bermain anak
  • Perpustakaan
  • Tour guide yang dapat memandu berkeliling museum
  • pos jaga dan keamanan
  • toilet
  • tempat parkir yang luas
  • buku panduan Museum Sang Nila Utama

Demikian informasi lengkap mengenai Museum Sang Nila Utama yang lengkap dengan berbagai ilmu pengetahuan. Selain menjadi tempat yang tepat sebagai pusat studi, museum ini juga cocok untuk mencuci mata dan berlibur sejenak dari kesibukan sehari-hari. Jadi, jangan ragu untuk pergi ke museum ya! Apalagi dengan tiket masuk dengan harga yang sangat terjangkau.